• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Fakta Mengejutkan! Konflik Gajah Hingga Berujung Nyawa

19 October
16:37 2019
0 Votes (0)

KBRN, Redelong: Gesekan terjadi antara manusia dan hewan di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah hingga jatuhnya korban jiwa telah terjadi sejak tahun 2013.

Bukan saja hilangnya nyawa manusia, namun juga pada hewan dilindungi, yaitu gajah dari tahun ke tahun.

Diawali dengan jatuhnya korban jiwa pada tahun 2013. Dimana seorang warga desa Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih Kabupaten Bener Meriah harus kehilangan nyawa pada siang hari tanggal 19 Januari 2013 akibat diinjak gajah.

Korban adalah M Syarif, 60 tahun, menemui ajalnya saat hendak memancing di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, desa Suka Tani, Kecamatan Juli Kabupaten Biruen.

Tahun berikutnya 2014, kembali konflik gajah dan manusia di Kabupaten Bener Meriah menelan korban jiwa.

Firman 35 tahun warga Kecamatan Pintu Rime Gayo tewas diinjak gajah di perkebunan Jalung, dusun Transmigrasi, desa Blang Rakal, Bener Meriah.

Korban saat mengendarai sepeda motor menuju kebunnya, tiba-tiba dikejutkan gajah yang keluar dari semak belukar dan menghantam korban hingga meninggal di tempat. Kejadian tersebut pada 6 Agustus 2014.

Tahun 2015, nyawa kembali melayang akibat konflik gajah dan manusia. Husna 38 tahun warga desa Musarapakat, Kecamatan Pintu Rime Gayo, seorang ibu rumah tangga harus kehilangan nyawa akibat diserang gajah saat berada di dalam rumahnya.

Kejadian itu tepatnya pada 24 Januari 2015, malam, saat warga sedang beristirahat. Kejadian itu sontak memecahkan keheningan malam di desa Musarapakat yang jauh dari perkotaan.

Seolah “balas dendam”, pada tahun 2016 hingga 2018 giliran hewan dilindungi itu menjadi korban, apakah itu dibunuh maupun diburu.

Pada tanggal 18 Februari 2016, gajah diperkirakan berusia 20 tahun ditemukan warga di desa Karang Ampar, tepatnya di dusun Pantan Lah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Dugaan kematian gajah adalah akibat menenggak racun setelah sebelumnya mengobrak-abrik rumah warga yang ditinggal penghuninya, dan di dalam rumah tersebut terdapat racun untuk membasmi rumput dan ilalang.

Selanjutnya, bangkai gajah sekira berumur 40 tahun kembali ditemukan pada 17 Juli 2017 di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, tepatnya di desa Karang Ampar dengan kondisi mengalami luka tembak dibagian kepala dan gading hilang.

Terakhir pada tahun 2018, gajah mati tanpa meninggalkan gading ditemukan di dusun 04, desa Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Gajah dengan jenis kelamin jantan itu ditemukan membusuk dan baru berhasil dikonfirmasi RRI pada 28 Desember 2018.

Kematian seekor gajah di Bener Meriah tahun 2018 itu dikonfirmasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Tim terdiri dari Conservation Response Unit (CRU) karena sakit, mengingat tidak ada tanda-tanda kekerasan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00