• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Inilah 9 Tips Menghindari Penipuan Saat Berbelanja Online

31 October
18:57 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kehadiran smartphone membuat penetrasi orang yang dapat mengakses internet di Indonesia saat ini menjadi semakin besar. Dengan menggunakan smartphone, setiap orang pun menjadi semakin dimudahkan untuk mengakses internet kapan pun dan di mana saja. Karena kemudahannya tersebut, hampir setiap orang di Indonesia pun telah memiliki smartphone sehingga turut meningkatkan pengguna internet di Indonesia. 

Pesatnya penetrasi pengguna internet di Indonesia ini jelas turut meningkatkan berbagai aktivitas di dunia maya, termasuk belanja online. Belanja online di masa sekarang menjadi telah menjadi hal yang jamak di kalangan masyarakat modern. Mulai dari kalangan remaja hingga tua sudah punya smartphone dan sangat mengerti tentang belanja online. Bagi sebagian orang, belanja online merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kehidupannya sebagai konsumen. 

Sebagai informasi, belanja online merupakan suatu perdagangan elekronik dimana konsumen langsung membeli barang kepada penjual melalui internet tanpa perantara. Pada belanja online tidak perlu bertemu penjual (bertatap muka secara langsung), tidak memerlukan lapak untuk berjualan, namun hanya dengan adanya smartphone dan koneksi internet sudah bisa melakukan transaksi dengan nyaman. 

Belanja online saat ini bisa dilakukan melalui website atau situs belanja online, sosial media, serta aplikasi belanja online. Aktivitas belanja online tumbuh dan semakin berkembang menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat yang modern. Kemunculan belanja online di masa sekarang selain merupakan inovasi baru dalam aktivitas belanja juga dapat memberikan perubahan gaya hidup masyarakat.

Masifnya perkembangan belanja online juga menyebabkan perubahan gaya hidup konsumen. Pada awalnya, berbelanja hanya merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Di masa sekarang, kini konsumen berbelanja lewat online karena tergiur dan ingin mencoba sesuatu yang baru dan disukainya.

Budaya belanja online melalui internet diyakini telah menggeser budaya belanja lama seperti rutin berbelanja mendatangi secara fisik pasar-pasar tradisional atau super mall berkelas. Namun, sekarang ini keberadaan teknologi seperti internet menjadi akses penggerak yang akan terus menggerakan porosnya dan menghadirkan kerajaan bisnis online seperti yang terjadi sekarang ini.

Kehadiran belanja online dan internet merefleksikan sebuah zaman modernisasi global. Kini semua transaksi bersifat maya, alias semua produk, penjual, transaksi pembayaran dilakukan secara virtual. Keuntungannya, kita juga dapat berbelanja di rumah tanpa harus keluar bermacet-macetan, menghadapi udara yang panas dan tentunya menghindari antrian yang panjang.

Meski begitu, belanja online bukan tanpa resiko, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebagai konsumen, kamu tetap harus cermat dan teliti sebelum membeli agar tidak mengalami kerugian. Walaupun informasi dan ulasan dalam suatu produk tersebut dijelaskan secara spesifik dan mempunyai berbagai ulasan yang baik. 

Bukan jaminan kita mendapatkan produk yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Akibatnya kita bisa rugi dan tertipu begitu pun biaya pengiriman serta pajak tidak semua ditanggung oleh penjual melainkan oleh pembeli itu sendiri. 

Nah, berikut ini, adalah 9 tips menghindari penipuan ketika berbelanja online: 

1. Jangan Terpaku dengan Testimoni 

Saat ini, banyak orang yang menganggap bahwa semua testimoni yang ada di sebuah toko online adalah review asli dari pembeli. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar loh! Faktanya, ada banyak sekali oknum toko online penipu yang mencantumkan testimoni palsu di dalam website mereka untuk mengelabui calon korban mereka.
Dahulu, kamu mungkin bisa melihat testimoni milik sebuah toko online sebagai acuan ketika akan membeli barang. Namun sepertinya hal ini tidak berlaku lagi di masa sekarang. Oknum-oknum penipuan sekarang semakin pintar dalam mengelabui para korbannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya korban penipuan karena mereka terlena dengan testimoni palsu si penipu. 
Sudah tidak terhitung lagi banyaknya orang yang terlena dengan testimoni yang ada pada sebuah website. Si penipu memanfaatkan kepolosan calon pembeli, padahal testimoni tersebut adalah palsu yang dibuat oleh oknum penipu untuk memancing calon pembeli untuk segera melakukan transaksi. Waspadalah!

2. Minta Foto Barang Asli yang Dibeli 

Dalam beberapa kasus penipuan terdapat berbagai cara dan trik yang dilakukan oleh penipu. Ada banyak trik yang dilakukan penipu untuk mengambil keuntungan dari kamu, salah satunya adalah dengan cara mengirim barang yang tidak sesuai dengan yang kamu beli. Kasus penipuan seperti ini sudah sering terjadi beberapa kali, ada penipu yang mengirimkan kardus kosong atau berisi batu kepada si pembeli. Kamu pastinya tidak ingin mengalami hal ini.
Untuk menghindari hal tersebut, sangat penting bagi Anda untuk memeriksa gambar barang yang akan Anda beli karena bisa saja penipu tersebut mengambil gambar dari Google. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu meminta foto barang yang akan Anda beli lebih dari satu.

3. Pilih Opsi Menggunakan COD (Cash on Delivery)

Ketika akan membeli sebuah barang, usahakan selalu kamu mencari toko atau penjual online yang dekat dengan lokasi tempat tinggal. Mengapa Demikian? Hal ini supaya kamu dapat melakukan transaksi secara COD (Cash on Delivery) atau transaksi langsung dengan bertemu si penjual. Dengan demikian, kamu bisa mengecek langsung barang yang akan kamu beli sebelum membayarnya. 
Ini merupakan salah satu cara mencegah penipuan di internet yang cukup efektif. Saat akan membeli barang-barang tertentu, ketika memilih opsi COD, otomatis kamu akan meminimalisir terjadinya penipuan.
Bila si penjual ternyata tidak menawarkan opsi COD, sebaiknya pertimbangkan dengan matang niat untuk membeli barang dari toko online tersebut. Tujuan COD adalah agar kamu bisa melihat dan mengecek langsung barang yang dijual. Kamu tentu tidak ingin dikirim barang yang sudah rusak atau kardus berisi batu. Itulah sebabnya opsi COD sangat direkomendasikan saat ingin berbelanja online dari penjual di internet.

4. Pilih Opsi Menggunakan Jasa Pihak Ketiga

Jika memang melakukan COD tidak memungkinkan, maka sebaiknya kamu menggunakan jasa pihak ketiga untuk memfasilitasi transaksi dengan penjual. Pihak ketiga yang dimaksud di sini adalah jasa Rekening Bersama atau yang biasa disebut dengan Rekber. Jasa rekber nantinya akan berfungsi untuk menjaga transaksi kamu tetap aman, namun tentu saja dalam menggunakan jasa ini perlu mengeluarkan sedikit biaya.
Rekber akan membuat kamu tenang dalam melakukan transaksi karena uang yang Anda transfer ke pihak penjual. Proses menggunakan jasa Rekber ini cukup mudah. Kamu sebagai pembeli akan mentransfer sejumlah uang ke pemilik jasa Rekber sebesar harga barang yang dibeli. Uang tersebut ditahan sampai barang yang kamu beli sampai ke rumah dalam kondisi baik. Setelah barang diterima oleh si pembeli, maka uang di Rekber akan ditransfer ke si penjual.

5. Jangan Tergiur dengan Harga Barang yang Lebih Murah 

Modus yang sering dilakukan oleh oknum pemilik toko online penipu adalah menjual barang bagus dengan harga yang lebih murah murah. Malahan, seringkali harga yang mereka tawarkan sangat jauh dari harga normal di pasaran. Bila kamu menemukan seseorang atau toko online yang menjual barang dengan harga yang sangat murah, maka wajib waspada dan jangan sampai tergiur.
Membandingkan harga barang dengan beberapa toko online yang sudah cukup terkenal adalah salah satu cara menghindari penipuan toko online yang mungkin terjadi. Jika harganya terpaut cukup jauh, maka sebaiknya urungkan niat untuk membeli barang dari toko online tersebut. Alangkah lebih bijak jika kamu memilih toko online yang memang sudah tepercaya sehingga transaksi yang dilakukan benar-benar tidak berisiko. 

6. Simpan Bukti Transaksi dengan Baik 

Setiap kali kamu melakukan transaksi atau transfer biaya pembelian pada sebuah toko online, pastikan untuk selalu menyimpan bukti transfer/ transaksi tersebut, baik itu via sms ataupun print out. Jangan pernah membuang segala bukti yang berkaitan dengan transaksi seperti bukti percakapan melalui SMS atau juga bukti transfer kamu. Usahakan untuk tidak membuang bukti transaksi tersebut sampai barang yang dibeli telah sampai di rumah kamu dengan kondisi baik.
Bukti transaksi ini dibutuhkan bila sewaktu-waktu si penjual meminta bukti transfer yang telah kamu lakukan. Hal ini sering terjadi saat si penjual menerima banyak sekali orderan sehingga harus melakukan verifikasi terlebih dahulu. Jika menjadi korban penipuan, bukti transaksi/ transfer ini juga bisa kamu gunakan untuk melaporkan si penipu ke pihak berwajib.

7. Selalu Tanyakan, Minta, dan Simpan Nomor Resi Pengiriman 

Bagi Anda yang sering transaksi online, pasti sudah tidak asing lagi dengan resi pengiriman. Nomor resi pengiriman ini adalah nomor unik bukti pengiriman barang yang kamu beli dari jasa ekspedisi pengiriman. Nomor resi ini diberikan oleh jasa ekspedisi pengiriman barang kepada si penjual setiap kali ingin mengirim barang kepada konsumennya.
Setiap nomor resi ini pasti unik dan tidak ada yang sama. Jika barang yang Anda beli memang telah dikirim maka tidak akan ada alasan bagi penjual untuk tidak menunjukan nomor resi pengiriman kepada Anda. Kamu juga bisa menggunakan nomor resi tersebut untuk memeriksa proses pengiriman barang yang dibeli sudah sampai di mana. Pembeli berhak untuk meminta nomor resi tersebut, karena itu mintalah nomor resi pengiriman barang dari si penjual.
Bila si penjual tidak mau memberikan nomor resi pengiriman barang, atau beralasan tidak bisa memberikannya, maka kamu patut mencurigainya. Apabila pada akhirnya nomor resi telah dikirimkan kepada kamu, maka ada baiknya  selalu mengecek secara berkala nomor resi tersebut di website jasa ekspedisi karena bukan tidak mungkin penjual akan membatalkan pengiriman keesokan harinya.

8. Meminta Rekomendasi dari Orang Lain Jika kamu belum pernah berbelanja

online, sebaiknya mintalah rekomendasi dari orang lain, misalnya kerabat atau teman yang sudah sering melakukan transaksi online. Mereka akan memberikan rekomendasi beberapa toko online tepercaya berdasarkan pengalamannya.
Meminta rekomendasi bukan berarti kamu harus mengikuti rekomendasi orang lain, namun hal ini bisa menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam melakukan transaksi online.

9. Mintalah Nomor Rekening yang Berbeda

Ketika kamu akan bertransaksi dengan seseorang atau sebuah toko online, pastikan orang tersebut memiliki beberapa nomor rekening dengan nama yang sama. Misalnya, si penjual memberikan nomor rekening satu bank, tidak ada salahnya kamu juga menanyakan nomor rekening bank lain miliknya. Bila orang tersebut memberikan nomor rekening bank lain tapi namanya berbeda, maka sudah seharusnya kamu curiga.

Setelah meminta beberapa nomor rekening yang berbeda, periksa nomor rekening tersebut apakah pernah melakukan penipuan. Caranya adalah dengan mengetikkan nomor rekening dan juga nama pemilik rekening tersebut di Google. Bila nomor rekening tersebut pernah terindikasi melakukan penipuan, sebaiknya hentikan proses transaksi dari orang tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00