• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Iket Odeng Raja Galuh Pakuan Jadi Objek Penelitian Fakultas Seni Tari UPI

7 November
17:02 2019
1 Votes (5)

KBRN, Subang : Mahasiswa Seni Tari Fakultas Seni Tari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Irgi Rivaldi tertarik dengan Iket Odeng yang dipakai Raka Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, untuk dijadikan bahan penelitian tesis paskasarjana S2.

Karena menurut Irgi, diluar kebiasaan seorang raja, karena dalam benak Irgi, bahwa Raja Galuh Pakuan memakai mahkota layaknya seorang raja.

"Saya pikir mahkota yang dipakai Raja Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, sebuah mahkota yang layaknya digunakan seorang raja, makanya saya tertarik untuk melakukan penelitian untuk tesis S2 saya," ungkap Irgi kepada wartawan di Subang, Kamis (7/11/2019).

Irgi menyebutkan, iket odeng yang digunakan Raja Galuh Pakuan, memiliki keunikan tersendiri karena mengandung pilosofi yang sangat dalam, bagi seorang raja dalam memberdayakan rakyatnya.

"Ini yang saya ambil untuk bahan tesis saya, karena iket odeng yang dipakai Raja Galuh Pakuan, memiliki keunikan dan mengandung pilosofi yang sangat dalam, penuh dengan atikan, pembelajaran, dan karakter kesundaan," ujarnya.

Irgi menyebutkan, keunikan iket odeng sebagai mahkota yang digunakan Raja Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, bisa bermanfaat bagi generasi muda kedepan.

"Intinya pilosofi yang terkandung di dalam iket odeng Raja Galuh Pakuan, bisa dijewantahkan oleh generasi muda kedepan, melalui tesis yang saya buat nanti," tegas Irgi.

Selain itu dikatakannya, dengan iket odeng ini, yang menjadi bahan tesis nanti yakni, akan diperdalam lagi mengenai tarian khas yang dimiliki LAK Galuh Pakuan, dalam berbagai acara kerajaan, karena sesuai dengan tema dan mata pelajaran paskasarjana seni tari UPI, kami harus mengangkat tarian etnis Galuh Pakuan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00