• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Tahan Tersangka Supriyono Terkait Dugaan Suap APBD Pemkab Tulungagung

7 November
22:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya  resmi menahan Supriyono, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.  Yang bersangkutan sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap.

Kasus dugaan suap yang dimaksud adalah terkait demgan pengesahan Amggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun APBD Perubahan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Tahun Anggaran (TA) 2015 hingga 2018.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta mengatakan bahwa tersangka Supriyono selanjutnya akan menjalani penahanan perdana selama 20 hari ke depan.

“Yang bersangkutan (Supriyono) ditahan di Rutan Cabang KPK di K4," kata KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/11/2019.

Sebelumnya penyidik KPK telah menetapkan Supriyono sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap.

Meskipun Supriyono telah menyandang status sebagai tersangka sejak 13 Mei 2019, namun yang bersangkutan baru ditahan penyidik KPK hari ini, Kamis, 7 November 2019.

KPK menerapkan Supriyono sebagai tersangka setelah sebelumnya penyidik KPK berhasil mengembangkan kasus perkara suap yang melibatkan mamtan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. 

Kini Syahri Mulyo telah menjadi terpidana dalam kasus korupsi yang telah divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor karena terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan acara memperkaya diri sendiri, orang lain maupun sebuah korporasi.

Tersangka Supriyono diduga telah menerima sejumlah uang suap sebesar Rp 4,8 miliar selama periode 2015 hingga 2018 dari tersangka Syahri Mulyo Bupati Tulungagung periode masa jabatan 2013 hingga 2018.

Pemberian uang tersebut diduga  berkaitan dengan pembahasan, pengesahan hingga elaksanaan APBD atau APBD Perubahan Pemkab Tulungagung.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00