• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Antisipasi Salah Sasaran, Pemkab Sragen akan Beri Stiker Warga Penerima Bansos

8 November
23:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen: Pemkab Sragen serius akan memasang sticker atau label warga penerima bantuan sosial dari pemerintah. Pemasangan label warga miskin akan dilaksanakan serentak seluruh wilayah pada (Kamis 15/112019) pekan depan. 

Sebelum pemasangan label di setiap rumah warga tidak mampu,  akan dilakukan teleconference dari Pendopo Rumah Dinas Bupati ke setiap kecamatan. Hal ini disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada wartawan Jumat (8/11/2019). 

Bupati yang akrab disapa Mbak Yuni itu menyampaikan, pemasangan label/sticker bertulisakan "Keluarga Prasejahtera Penerima Bantuan Sosial" melibatkan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan).  Bupati menegaskan, pemasangan sticker tersebut untuk pendataan sekaligus penanda penerima bantuan terdata dengan baik.  

"Selain itu untuk menyisir apabila bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran. Itu kan kesempatan kita untuk menyisir warga miskin.  Kalau penerima bantuan tidak tepat sasaran, dan ada yang butuh malah tidak dapat ini kan ironis," tandas Bupati Yuni.

Sehingga dengan sticker itu bukan berarti Pemkab akan mempermalukan masyarakat. "Namun akan melihat sendiri, jika penerima bantuan itu rumahnya sudah baik, ada kendaraan bermotor lebih dari satu tidak perlu lagi mendapatkan bantuan," jelasnya.

Sementara itu disinggung dalam sticker tersebut terdapat tulisan, apabila sticker itu hilang/lepas maka dianggap mengundurkan dirisebagai penerima bantuan, menurut bupati untuk memastikan bahwa yang ditempel sticker adalah warga miskin. Jika ada warga yang menolak rumahnya dipasang sticker warga miskin maka sudah dianggap mampu dan tidak perlu mendapatkan bantuan.

“Kami tidak ingin juga mempermalukan. Beberapa daerah kata-katanya kurang pas melalui doa-doa apa dan sebagainya, kita ajarkan masyarakat cara yang lebih elegan memberi dasar hukum dan apabila melepas ini menolak untuk menerima bantuan jelas. Dan apabila tidak tepat bantuan itu akan ada sanksi nya,” beber Yuni.

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Pemerintahan Ekonomi Sosial Budaya Bappeda Sragen Tri Moelyono mengatakan, tahun ini ada 36 ribu kepala keluarga yang akan dilabeli oleh Pemkab Sragen. Tri Moelyono mengatakan akan mengerahkan 137 Pendamping PKH yang tersebar di seluruh wilayah.

"Mereka akan menempelkan stiker keluarga prasejahtera di rumah penerima bantuan sosial. PPKH juga akan menyisir dan mendata warga mampu namun menenerima  bantuan, untuk kemudian diusulkan dihapus dari daftar penerima bantuan sosial," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00