• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polisi Bongkar Jaringan Penipu Lintas Provinsi yang Beraksi dari Dalam Lapas

9 November
23:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sendawar : Kepolisian Resor Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur berhasil membongkar jaringan penipuan lintas provinsi. Modusnya pelaku menipu para korban melaui telpon dan mengaku sebagai anggota polisi, kemudian meminta korban mengirim sejumlah uang ke rekening yang berbeda-beda. Ironinya pelaku justru beraksi dari dalam sel tahanan.

“Pelaku yang berhasil diamankan ada lima orang. Tersangka utama adalah Prihatin alias Aten, laki-laki (46 tahun) swasta seorang nara pidana di Lapas Kelas II A Pematang Siantar Medan Sumatera Utara. Dia berperan sebagai ‘Pengengkol’ atau penelepon korban”, kata Wakapolres Kubar, Kompol Sukarman dalam keterangan pers yang diterima RRI di Sendawar, Sabtu (9/11/2019).

Sukarman mengaku terbongkarnya kasus tipu menipu melalui telpon itu bermula dari laporan korban atas nama Tandisalla seorang Pegawai Negeri Sipil asal Kecamatan Barong Tongkok, Kubar pada awal agustus lalu. Kepada polisi Tandisalla mengaku pernah dimintai bantuan biaya tiket pesawat oleh Ipda Sumanta Kanit Tipikor Polres Kutai Barat. Dia pun langsung mengirim uang Rp 5 juta ke rekening pelaku.

Dirinya baru sadar sudah jadi korban penipuan, setelah diberitahu salah satu temannya atas nama Robertus Beli Arminus yang juga pernah dihubungi seseorang yang mengaku anggota polisi. Namun setelah diklarifikasi ternyata Ipda Sumanta tidak pernah meminta bantuan apapun.

“Kronologisnya pada hari senin 5 Agustus 2019 sekitar pukul 19.00 Wita pelapor dihubungi oleh seseorang  melalui telepon seluler dan mengaku sebagai Ipda Sumanta Kanit Tipikor Polres Kutai Barat. Kemudian meminta bantuan biaya tiket pesawat dari Jakarta ke Kutai Barat. Penelapon tersebut meminta agar biaya dikirimkan ke nomor Rekening Bank Mandiri dengan nomor: 1080017313645 An. Adi Prayoga”, jelas Kompol Sukarman.

“Setelah menerima telepon tersebut  sekitar pukul  20.23 Wita Pelapor pergi ke ATM Bank BPD Kaltim Kaltara Capem Barong Tongkok dan mengirimkan uang sebesar Rp 5.000.000”, katanya.

Polisi kemudian menyusuri modus pelaku  hingga akhirnya menemukan titik terang.

Personil Polres Kubar bahkan harus berangkat ke Sumatera untuk mencari pelaku dan berhasil diringkus 4 orang yakni Adi Prayoga, 23 tahun ditangkap di Kabupaten Bengkalis, Riau. Kemudian Afrizal, 20 tahun ditangkap di Kabupaten Rohul, Riau.

Lalu Musliady, 39 tahun ditangkap di Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Terakhir Dwi 22 tahun ditangkap di Kabupaten Simalungun, Sumut.

Selain keempat pelaku, polisi juga membekuk Prihatin alias Aten yang sedang menjalani hukuman penjara 6 tahun atas kasus narkotika di Lapas Kelas II-A Pematang Siantar, Medan Sumut.

“Peran ke lima ini berbeda-beda. Untuk tersangka Prihatin sebagai penelepon korban. Kemudian Musliady B alias Imus Aceh bertugas sebagai pencari orang pembuka rekening tampungan uang hasil penipuan.

“Lalu Dwi Saputra yang ditugaskan menarik uang hasil penipuan dari rekening tampungan dan memberikan kepada Aten. Sedangkan tersangka Afrisal Nasri yang mencari orang untuk membuka rekening tampungan. Terakhir Adi Prayoga adalah pembuat atau pemilik rekening tampungan”, tulis polisi dalam rilisan pers.

Untuk menghindari kecurigaan aparat atau pihak bank, para tersangka melakukan kerja sama berjaringan. Yaitu membuka rekening sebanyak-banyaknya dengan imbalan tertentu.

“Pertama tersangka Aten menghubungi korban secara acak. Setelah telepon tersambung Aten mulai melakukan aksi penipuannya dengan mengatakan “ masa anda tidak tahu nomor telpon saya “ , tutur polisi menirukan ucapan pelaku saat menjalankan aksinya.

Jika berhasil mengelabui korban maka Aten akan meminta korban untuk megirimkan sejumlah uang ke rekening yang dipegang/dimiliki oleh  Musliady. Dia kemudian melakukan penarikan uang hasil penipuan di nomor rekening yang dipegangnya dan dipotong 10 % sebagai upahnya. Sisanya di transfer ke rek milik Dwi Saputra.

Lalu Dwi Saputra menyerahkan uang hasil penipuan tersebut kepada Aten dengan cara transfer dan penyerahan tunai saat membesuk di Lapas.

Adapun Tersangka Musliady memperoleh nomor rekening tampungan dengan cara meminta kepada Tersangka Afrisal Nasri untuk mencarikan orang yang bersedia untuk membuka rekening baru.

Afrisal ini mendapatkan upah sebesar Rp.500.000 per nomor rekening yang dibuat. Lalu Afrisal Nasri menyuruh Adi Prayoga tersangka lainnya untuk membuat tabungan di bank yang nantinya akan dijadikan sebagai rekening tampungan hasil penipuan. Adi Prayoga mendapatkan upah dari Afrisal sebesar Rp.100.000 per rekening yang dia buat.

Dari pengungkapan jaringan pelaku penipuan ini, polisi mengamankan barang bukti antara lain uang tunai Rp 115 juta dari Tersangka Musliady, dan Rp 8. juta dari tersangka Dwi.

Tak hanya itu, polisi  juga mengamankan 20 buah Kartu ATM, 11 buku tabungan bank dan 13 unit handphone.

Polisi menyebut korban penipuan Prihatin Cs rata-rata adalah pejabat PNS di pemerintahan yang tersebar di seluruh Provinsi. Adapun jumlah korban penipuan diperkirakan mencapai puluhan orang.

Di Kabupaten Kutai Barat sendiri terdapat 8 orang korban penipuan. Tiap orang mengirimkan kisaran Rp.5.000.000 sampai dengan Rp 15.000.000.

Hingga kini polisi terus memburu 6 orang lainnya (DPO) yang memiliki peran sebagai pembuat rekening. Dimana masing-masing orang dapat membuat 4-6 rekening tampungan di berbagai jenis bank yang berbeda.

Para pelaku terancam kurungan penjara 4 tahun.

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menggunakan nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang sesuai dengan Pasal 378 KUHP ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara”, tegas polisi.

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00