• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Kepala BMKG : Peringatan Tsunami Gempa Malut Bisa Diakhiri Bukan Dicabut

15 November
03:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menegaskan, untuk peringatan tsunami gempa 7,1 Skala Richter (SR) Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut), jika nanti sudah kondusif, akan diakhiri, bukan dicabut.

"Sudah dua jam (sejak rilis peringatan dini tsunami), masih ada beberapa hal yang kami siapkan, akan ada press conference juga. Peringatan tsunami akan diakhiri (bukan dicabut). Tapi kami akan cek data terakhir," sebut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati kepada RRI PRO3, Jumat (15/11/2019) dini hari.

Dirinya juga meminta masyarakat jangan mudah termakan isu-isu yang menyesatkan di media sosial, yang hendak membuat orang panik. Cara menghindari hal tersebut adalah dengan mengikuti atau monitor info resmi BMKG melalui Twitter, Instagram (IG) maupun website resmi BMKG.

"Dan (memang) isu itu kadang mengatasnamakan BMKG, jadi check dulu informasi yang didapatkan dengan membuka website BMKG. Jangan juga percaya info yang mengatasnamakan dari lembaga luar negeri eropa atau Amerika. Karena alat (pendeteksi gempa dan tsunami) ada di sini (Indonesia)," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan, terkait gempa 5,1 Skala Richter (SR) yang Kamis sore, 14 November 2019 mengguncang Bali Utara, tepatnya Buleleng, memang banyak beredar hoax atau berita menyesatkan soal tsunami.

Akan tetapi, menurut Rentin, semua itu berhasil diantisipasi dengan baik. Caranya adalah, jika hoax disebar lewat video amatir ke media sosial, BPBD Bali juga melawan itu dengan video juga.

Kapolsek Seririt, Buleleng, kata dia, pergi ke pinggir pantai Seririt, lantas mengambil video yang memperlihatkan air laut tidak surut serta tidak ada suara sirine tsunami seperti yang diberitakan akun-akun media sosial dan meresahkan warga Buleleng. Video hasil tangkap kamera Kapolsek Seririt lantas disebarkan ke media sosial juga guna menangkal semua isu hoax terkait gempa Bali.

"Jadi hoax sosial media dilawan dengan sosial media juga," sebut Made Rentin kepada RRI PRO3, Jumat (15/11/2019) dini hari.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00