• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Kader Golkar Mulai Klaim Dukungan untuk Bambang Soesatyo

16 November
16:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 mulai memanas. Padahal, Golkar baru saja menyelesaikan Rapimnas 2019 yang berlangsung selama dua hari, pada 14-15 November 2019. Sementara, rencana Musyawarah Nasional (Munas) Golkar baru akan digelar, pada 4-5 Desember 2019.

Namun, sosok calon ketua umum sudah digulirkan dalam agenda Rapimnas kemarin. Salah satu sosok yang diisukan menjadi calon ketua umum yaitu Bambang Soesatyo (Bamsoet). Bamsoet diklaim telah mengantongi suara sebanyak 383 suara dari tingkat DPD Golkar.

“Jumlahnya ada 14 ketua (DPD) tingkat I yang sama kita, dan kemudian ada 383 yang sudah menyatakan dukungan dan confirm," ujar Ketua DPP Partai Golkar yang berafiliasi dengan Bamsoet, Andi Sinulingga di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2019) malam.

Andi mengklaim 383 suara itu merupakan jumlah total dukungan kepada Bamsoet dari DPD I dan II Partai Golkar. Para pendukung Bamsoet, lanjutnya, juga telah mengurangi sekitar 50 suara untuk melihat kemungkinan margin of error.

Dengan jumlah suara yang besar tersebut, Andi menilai mustahil Airlangga Hartarto dapat meraih kursi Ketua Umum Golkar dengan aklamasi. Sebab, data tersebut belum termasuk dukungan untuk calon ketua umum lainnya.

“Kami juga tahu bagaimana hitung-hitungan mereka. Krena memang tidak cukup alokasi itu (aklamasi), karena itu dibikin cara-cara seperti ini. Prinsipnya lagi pemilihan itu harus dibuka,” katanya.

Andi menyebut ada dua syarat agar pemilihan dapat berjalan aklamasi.  Pertama, hanya terdapat satu calon ketua umum dalam Munas Golkar. Kedua, para calon ketua umum melakukan musyawarah hingga mencapai kata mufakat.

“Artinya bahwa menuju aklamasi itu jauh dari harapan dan keinginan Pak Airlangga, karena sudah pasti ada calon lain,” ungkap dia.

Jika Airlangga terus memaksakan terjadinya aklamasi, bukan tak mungkin Partai Golkar akan kembali terbelah. Sebab secara tak langsung, kubu Airlangga melakukan pembungkaman terhadap demokrasi Partai Golkar. 
(FOTO: ANTARAFOTO)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00