• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Ini Penjelasan TNI Terkait Pulau Sipadan dan Ligitan Milik Malaysia

16 November
19:47 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Direktur Topografi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat Brigjen TNI Ir. Asep Edi dalam acara diskusi di Jakarta menjelaskan terkait daerah perbatasan yaitu pulau Sipadan dan Ligitan. Kedua pulau itu dulu sempat menjadi polemik antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia. 

Asep menjelaskan masalah batas wilayah kedua negara antara Indonesia dan Malaysia itu dapat diselesaikan dengan menggunakan konvensi batas wilayah yang disepakati antara negara penjajah Inggris dan Belanda jaman dahulu. Menurut Asep, hal itu dapat digunakan sebagai referensi atau rujukan dalam menentukan batas suatu wilayah kedua negara.

Menurut Asep, untuk dapat menyelesaikan  masalah Sipadan dan Ligitan, Indonesia dan Malaysia harus dapat menunjukkan sejumlah bukti dokumen. Bukti-bukti yang dimiliki kedua negara itu selanjutnya dapat diuji atau dibawa ke Mahkamah Internasional.

"Saya pelajari, itu penyelesaiannya dikembalikan ke dokumen-dokumen pendukung yang ada di daerah itu, Indonesia dan Malaysia sepakat dibawa ke Mahkamah Internasional. Di situ akan diuji sejumlah dokumen yang dibawa masing-masing kedua negara," kata Asep di diskusi Polemik di Hotel Ibis, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11/2019).

Menurut Asep, Mahkamah Internasional mengatakan bukti dokumen autentik yang dimiliki Inggris sebagai negara penjajah Malaysia itu ternyata lebih lengkap daripada milik Belanda yang dulu menjajah Indonesia.

“Maka kemudian Mahkamah Internasional saat itu menyatakan bahwa Sipadan dan Ligitan memang daerah milik Malaysia, bukan milik Indonesia,” kata Asep kepada wartawan di Jakarta.

Asep menjelaskan ternyata yang punya bukti autentik atau lengkap itu milik Inggris. Waktu itu Belanda hanya sekadar lewat daerah itu. Sementara Inggris saat itu sudah melakukan budi daya di Sipadan dan Ligitan.

“Jadi Mahkamah Internasional memutuskan, berdasarkan bukti autentik itu, maka Sipadan-Ligitan memang milik mereka (Malaysia)," paparnya 

“Maka saya sebenarnya tidak sependapat jika ada anggapan Malaysia merebut Sipadan dan Ligitan dari Indonesia,” tambahnya.

Asep menjelaskan sebenarnya batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia masih dalam proses pendefinisian dan pembahasan. Menurut Asep sebenarnya masalah Sipadan dan Ligitan itu jelas bukan sengketa, karena sebenarnya batas itu memang belum ada. 

“Kami sedang mendefinisikan itu, apakah direbut oleh sebelah itu tidak ada, karena kami sedang mendefinisikan dengan join demarkasi itu, maka kami akan definisikan, jadi menurut sepengetahuan saya tidak ada rebut-merebut," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00