• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

SEA GAMES

Penjelasan Kemenpora, Terkait Final Anggaran Kontingen Indonesia Sea Games

17 November
15:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah melalui Kemenpora akhirnya menjelaskan alasan anggaran untuk Sea Games 2019, lebih sedikit dari proposal yang diajukan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Sesmenpora Gatot S.Dewa Broto menyebutkan KOI dari awal mengajukan anggaran sebesar Rp 64.313.050.000 pada tanggal 15 Oktober akan tetapi, ketersediaan anggaran Kemenpora hanya mencapai Rp 47.070.000.000. Namun selanjutnya, usulan anggaran dana itu diperbarui menjadi Rp 67.642.432.000. Tercatat pada tanggal 12 November 2019, kemenpora akhirnya memenuhi sekitar Rp 59.600.000.000.

"Kemenpora pada dasarnya tidak mau mempersulit kebutuhan anggaran yang diajukan KOI, tetapi harus jelas peruntukannya, apakah sesuai target medali dan jangan sekadar hanya mengikuti SEA Games tanpa urgensi jelas," kata Gatot S.Dewa dalam keterangan tertulis kepada Radio Republik Indonesia (RRI), Minggu (17/11/2019).

" Pihak Kemenpora tidak mau memenuhi permintaan KOI hanya demi popularitas, tetapi lalu berpotensi menjadi temuan saat diinspeksi Badan Pemeriksa Keuangan," lanjut Gatot.

Dengan demikian, Gatot mengatakan seluruh cabang olahraga dan KOI harus mencari sendiri dana tambahan jika ada kebutuhan lain. "Seandainya masih ada kebuhan lain, KOI dan cabang olahraga diminta mendanai sendiri baik dari sponsor atau sumber dana lain tanpa mengandalkan APBN," ucap Gatot.

Dengan jumlah dana yang besar tersebut, maka wajar jika masyarakat mengharapkan raihan prestasi kontingen Indonesia di arena Sea Games Filipina. " Wajar jika publik sangat tinggi ekspektasinya, meskipun sejak awal Kemenpora sudah mengingatkan bahwa target utama Indonesia kini bukan di SEA Games tetapi Asian Games dan Olimpiade. Bukan berarti SEA Games tidak penting," tutur Gatot melihat harapan masyarakat Indonesia di Sea Games 2019.

Tidak lupa, sesmenpora mengingatkan kepada seluruh penggurus cabang olahraga untuk melapor, jika ada pejabat atau staf Kemenpora yang meminta tambahan biaya dan dipastikan akan ditindak tegas. " Yang jelas, Kemenpora berusaha objektif dan tidak ada pungutan / potongan biaya apapun. Oleh karenanya, jika ada cabang olahraga yang merasa dimintai sesuatu (cash back) oleh pejabat atau staf Kemenpora, maka kepada cabang olahraga diminta segera melaporkannya kepada Menpora ataupun Sesmenpora. Karena jika terbukti, akan ditindak tegas. Ini semua merupakan bagian dari pembenahan tata kelola keuangan Kemenpora," tulis Gatot.

Sesuai dengan Pasal 21 Perpres No.95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional, bantuan anggaran kemenpora akan langsung diberikan kepada semua cabang olahraga melalui dua tahap.

Tahap satu sebesar 75 persen dari total bantuan dan tahap dua sebesar 30 persen dengan syarat minimal 80 persen dari bantuan tahap satu sudah digunakan, melampirkan SPJ lengkap, dan beberapa surat pernyataan dari penerima bantuan.

BACA JUGA : Pernyataan Lengkap Kemenpora, Uang Saku Telat Atlet Dayung

Kemenpora mencatat hingga tanggal 15 November 2019, cabang olahraga yang sudah menerima bantuan anggaran sebesar 100 persen adalah PB WI, Perserosi, FPTI, Persani, ABTI, Kickboxing, IODI, dan Ju Jitsu.

Berikutnya yang masih dalam tahap proses  rengkas ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) dan diperkirakan cair di minggu ketiga November 2019 yakni PBSI, TI, PSTI, PABBSI, Judo, PRSI, PODSI, Pordasi, PBVSI, IPSI, PESTI, ISSI, Perpani, dan Porlasi.

Catatan kemenpora lainnya yang masih dalam proses penandatanganan tahap dua dan masih menunggu kelengkapan berkas serta tanda tangan cabor yakni Pertina, FHI, PASI, MPI, Forki, Possi, dan Bolling. Adapun yang masih dalam tahap proses verifikasi sesuai tanggal pengajuan tahap dua yakni Perbakin, FISI, Ikasi, Percasi, AFI, Rugby, IESPA, FHEI, PSOI, Ferkushi, dan Sambo. Sementara itu,khusus untuk cabang olahraga Muaythai, PSAWI, Pelti, Perbasi, Billiar, dan PGI, belum mengajukan tahap dua ke Kemenpora.

SEA Games 2019 akan berlangsung di Filipina, 30 November-11 Desember mendatang. Kontingen Indonesia menargetkan finis di urutan empat besar klasemen perolehan medali dan membawa 45 medali emas. (Keterangan Foto : Istimewa)




tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00