• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DPKP3 Kota Bandung Ajak Warga Pelihara Pohon

17 November
16:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung : Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk ikut serta menjaga kesehatan pohon, terutama pohon berukuran besar dan berusia tua yang berjejer sepanjang ruas jalanan di Kota Bandung.

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP3 Kota Bandung, Roslina kepada wartawan di Bandung, Minggu (17/11/2019).

“Pohon agar dipelihara jangan membakar sampah di bawah pohon, jangan mematahkan batangnya dan menyiramkan sembarangan air yang ternyata itu mengandung bahan kimia. Pemakuan juga bisa mengurangi kesehatan pohon bisa timbul bakteri dan menjadi luka,” ujarnya.

Selain itu, ditambahkan Roslina, peristiwa pohon tumbang atau batang yang jatuh pun tidak semata karena faktor usia, namun bisa jadi disebabkan adanya kerusakan pohon.

Ia mengakui adanya proyek galian juga kerap berpotensi merusak pohon. Sebab, tak jarang proyek galian dilakukan tanpa berkoordinasi dengan DPKP sehingga kerap merusak kondisi akar pohon.

“Kalau tidak terganggu oleh galian atau masyaraat,  pohon kondisinya aman. Seperti di Jalan Cipaganti, sudah ratusan tahun tapi kondisi akarnya bagus. Tapi kalau di bagian bawahnya tergali, menyebabkan akar rusak dan tak kuat menahan beban pohon. Itu yang menyebabkan pohon tumbang,” katanya.

Roslina menuturkan, DPKP3 secara berkala memelihara dan memangkas pohon. Hal ini sebagai antisipasi meringankan beban pohon sehingga tidak terjadi kerusakan pada saat hujan disertai angin kencang.

“Kalau kita selalu dalam tupoksinya di UPT melakukan pemangkasan setiap hari kerja. Sebelum hujan datang, kita memangkas pohon rawan tumbang. Jadi tidak menunggu musim hujan,” ucapnya.

Menurut Rosliana, setiap harinya petugas DPKP3 berkeliling di Kota Bandung untuk memeriksa kondisi pohon. Jika terdeteksi ada pohon yang rawan tumbang, maka akan langsung ditindaklanjuti pemangkasan oleh tim lapangan. Ada empat tim yang selalu siaga memangkas pohon. Satu tim terdiri dari 10 orang yang dilengkapi dengan peralatan lengkap dan kendaraan pengangkutan.

“Masyarakat juga bisa mengajukan permohonan untuk pemangkasan. Permohonan dilengkapi syaratnya dari RT, RW dan Kelurahan. Jika penebangan harus ada izin dari kecamatan,” terangnya.

Lebih lanjut, Rosliana mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat hujan deras disertai angin kencang. Sebaiknya hindari untuk berhenti atau pun berteduh di bawah pohon.

“Memang ada perkiraan di November sampai pertengahan Desember hujannya tidak stabil. Sebenarnya pascapancaroba ini yang biasanya lebih banyak anginnya. Jika berteduh, lebih baik ke bangunan yang lebih kokoh dan tertutup aja biar lebih aman,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00