• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Petulo, Jajanan Khas Surabaya yang Cocok jadi Penghangat Saat Musim Hujan

17 November
19:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya: Musim Hujan memang sekarang ini sedang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Maka saat itu juga diri kita butuh makanan yang cocok untuk menemani kita pada saat menikmati musim penghujan ini. Salah satunya jajanan khas Surabaya yaitu Petulo, yaitu sebuah makanan yang terbuat dari tepung beras yang diberi pewarna makanan hijau, pink, dan putih.

Petulo jadi salah satu kuliner yang tak boleh dilewatkan saat di musim hujan. Apalagi makannya disandingkan dengan serabi yang disiram kuah santan hangat rasanya akan lebih mewah dari hidangan manapun.

Jajanan tradisional bercita rasa gurih dan manis ini memang sudah jarang ditemui. Meski begitu, di Surabaya sendiri masih ada beberapa penjual yang menjajakan makanan khas asal Malang dan Blitar ini.

Salah satunya yakni Warung Serabi Pak No yang berlokasi di Jalan Wisma Tengger gg 19 Surabaya. Evi Nurhalima anak Hariyono pemilik warung mengatakan, jika sang ayah kala itu sudah berjualan petulo dengan menggunakan gerobak sejak tahun 1989.

"Kalau di sini (warung), baru sekitar tujuh tahunan," ungkap Evi pada Basra, Minggu (17/11/2019).

Petulo terbuat dari tepung beras yang diberi pewarna makanan hijau, pink, dan putih. Dalam satu mangkuk, petulo disajikan bersama ketan dan serabi. "Untuk satu porsi petulo serabi ini, saya jual dengan harga Rp 6 ribu saja," ungkapnya.

Dalam sehari, Evi bisa menjual sekitar 60 porsi petulo. "Alhamdulillah, hingga saat ini masih banyak yang mencari. Apalagi saat musim hujan gini," pungkasnya.

Sementara itu, Dwi Kuswinarti salah satu pelanggan ini mengungkapkan jika petulo adalah makanan tradisional yang masih eksis dan mempunyai cita rasa unik.

"Petulo merupakan salah satu jajanan yang terbilang murah. Terus rasanya juga enak dan bisa mengenyangkan," tutup Dwi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00