• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Bivitri Susanti: Sebaiknya Masyarakat Dilibatkan Ikut Berpartisipasi Pembahasan RUU KUHP

17 November
21:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti dalam sebuah acara diskusi di Jakarta meminta waktu agar wacana pembahasan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP harus cukup untuk partisipasi, bukan hanya sekedar sosialisasi semata. 

Bivitri menjelaskan bahwa pengertian sosialisasi dan partisipasi itu berbeda. Menurut Bivitri sosialisasi itu barangnya sudah jadi, namun  kalau partisipasi itu berarti mengundang sejumlah pihak terkait untuk membahas RUU KUHP.

Bivitri dalam kesempatan ini juga meminta agar pembahasan RUU KUHP tersebut hemdakmya dilakukan secara transparan. 

Menurut Bivitri, jika nantinya ada  masyarakat sipil yang menolak, maka DPR atau pemerintah punya kewajiban untuk memberikan penjelasan kepada publik terkait alasan penolakan itu. 

"Bukan sosialisasi tapi partisipasi, bisa saja ada simulasi misalnya, oleh para pemangku kepentingan, dan harus transparan pembahasannya” kata Bivitri dalam acara diskusi di Bakoel Koffie, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2019).

“Jadi harus jelas misalnya mengapa masukan dari AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) nanti ditolak, ada akuntabilitas kepada kita sebagai orang-orang yang diwakili,” katanya kepada wartawan. 

Dalam kesempatan ini, Bivitri juga mendorong kepada pemerintah agar melakukan perbaikan terkait  cara pembahasan RUU KUHP. Bivitri mengingatkan agar DPR sekarang berkaca pada periode DPR sebelumnya yang justru menimbulkan gejolak saat melakukan pembahasan terkait RUU.

“Kami meminta agar pemerintah berkomitmen dalam mengajak masyarakat untuk mendengarkan masukan terkait RUU KUHP, jadi pertanyaannya apakah kami tidak mau ada KUHP baru ? Ya tentu saja tidak, jadi artinya kita dukung rencana itu,” sambungnya.

“Kami sepakat dengan pak Menteri (Menkumham Yasonna Laolly) yang bertekad akan menyelesaikan KUHP ini, tetapi mari kita ubah cara pembahasannya, kita yang akan terikat, jadi kita juga harus terlibat,“ pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00