• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Kolaborasi Jazz dan Seni Tradisi, Perkaya Ngayogjazz

17 November
21:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Antusiasme warga terlihat memadati salah satu panggung yaitu panggung Molo pada perhelatan Ngayogjazz 2019 yang berlokasi di Dusun Kwagon, Desa Sidorejo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Di panggung, dipentaskan atraksi tari Angguk Srimpang Laras.

Nuansa yang berbeda di Panggung Molo semakin memperkaya event jazz tahunan yang digagas almarhum Djaduk Ferianto ini. Acara Ngayogjazz yang identik dengan penampilan musisi jazz, kali ini juga melibatkan kesenian tradisional.

Terdapat beberapa kesenian tradisional yang ikut terlibat. Salah satu kesenian tradisional yang memulai penampilan di panggung tersebut adalah Tari Angguk Srimpang Laras Kulonprogo. Warga pun mengaku antusias dengan adanya kolaborasi kearifan lokal tersebut.

Supardi selaku Ketua RW 1 Dusun Kwagon mengungkapkan, kolaborasi jazz dan seni tradisional baru pertama kali dilaksanakan tahun ini. Ia merasa kolaborasi tersebut menjembatani musik jazz yang masih dianggap sebagai musik kelas menengah keatas dengan masyarakat desa.  

“Kolaborasi ini adalah menyatukan dari kelas menengah keatas dan kelas menengah kebawah. Bagi saya kalau di perdesaan sangat cocok didekatkan dengan seni tradisional, daya tariknya nanti akan datang lebih banyak,” ujar Supardi.

Ngayogjazz memang ditujukan mendekatkan musik jazz dengan masyarakat desa, sehingga konsep acara tersebut selalu digelar di tengah suasana perdesaan dan melibatkan kearifan lokal. Terobosan itu mendobrak pakem jazz sebelumnya.

Selain antusiasme, warga tentunya memiliki harapan bagi keberlangsungan kolaborasi tersebut. Supardi berharap agar kolaborasi tersebut tetap dilaksanakan dimanapun Ngayogjazz diselengarakan karena mampu mengajak warga untuk tetap menikmati acara tersebut.

“Dengan ada penggabungan ya pandai-pandai dari tim Ngayogjazz itu nanti kolaborasi dengan kesenian tradisional, di manapun tempatnya,“ tandasnya.

Senada dengan Supardi, apresiasi juga dilontarkan salah satu anggota grup tari Srimpang Laras yakni Wiwit. Ia mengungkapkan, dengan melibatkan kesenian tradisional, acara tersebut akan menjadi lebih menarik.

“Bagus sih, karena mungkin warga disini belum begitu mengenal jazz ya. Bagi saya, kesenian tradisional ini juga bisa jadi pemikat,” ungkapnya.

Wiwit juga berharap Ngayogjazz tetap membawa kesenian tradisonal untuk berkolaborasi. Dirinya  mengungkapkan, dengan kolaborasi tersebut warga dan para pelaku musik jazz dapat bertukar ilmu.

“Harapanya bisa kolaborasi terus, kan di desa, biar tidak kehilangan kesenian tradisionalnya dan selain itu lewat acara tersebut juga bisa belajar musik jazz karena masih asing,” tutur Wiwit.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00