• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Ajukan Kasasi Vonis Bebas Sofyan Basir ke Mahkamah Agung

17 November
22:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah mengajukan kasasi terkait vonis bebas dari majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta atas terdakwa mantan Direktur PT. PLN (Persero) Sofyan Basir.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lie Putra Setiawan kepada wartawan di Jakarta menjelaskan KPK secara resmi telah mengajukan kasasi terkait vonis bebas Sofyan Basir itu kepada pihak Mahkamah Agung (MA).

"Kemarin teman kami (Jaksa KPK) sudah mentajukan kasasi atas putusan tingkat pertama terkait Pak SB (Sofyan Basir)" kata Lie Putra Setiawan di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Sementara itu Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan mengatakan, KPK telah mengidentifikasi sejumlah poin yang dinilai belum menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan bebas kepada terdakwa Sofyan Basir.

Menurut Febri , poin-poin itu akan diuraikan KPK dalam memori kasasi itu. Febri menjelaskan bahwa KPk telah melakukan identifikasi terkait sejumlah poin-poin penting yang belum dipertimbangkan majelis hakim.

"KPK sudah mulai mengidentifikasi ada beberapa poin yang cukup krusial yang kami pandang belum dipertimbangkan oleh majelis hakim di tingkat pertama ini. Ini akan kami uraikan lebih lanjut," kata Febri Diansyah.

Febri menjelaskan sejunlah poin itu diantarnya adalay keterangan yang disampaikan Sofyan Basir saat yang bersangkutan masih menjadi saksi. Selanjutnya juga terkait pengetahuan Sofyan Basir soal ada-tidaknya praktik suap dalam proyek PLTU Riau-1 tersebut.

Menurut Febri, dalam persidangan saat itu Sofyan Basir pernah mengaku bahwa dirinya memang pernah diberi tahu oleh Eni Maulani Saragih tentang pertemuannya dengan pengusaha atau pihak swasta bernama Johanes Budisutrisno Kotjo.

"Jadi ada  sejumlah bukti yang kami pandang dan kami lihat itu belum dipertimbangkan oleh majelis hakim terkait vonis bebas yang bersangkutan (Sofyan Basir)” tegasnya.

Menurut Febri, jadi sebenarnya dalam  persidangan sebelumnya dengan terdakwa Eni Saragih, saat itu Sofyan Basir pernah menyampaikan keterangan saat dirinya menjadi saksi sebelumnya.

“Yang bersangkutan (Sofyan Basir) pernah diinformasikan atau mengetahui terkait dengan adanya kepentingan Eni Saragih yang diutus oleh partainya (Golkar) untuk mencari pendanaan kegiatan partai politik, nah Ini rupanya belum dipertimbangkan oleh majelis hakim,” jelasnya.

Febri menambahkan bahwa ada keterangan juga dari Eni Saragih dalam proses di persidangan Tipikor Jakarta yang menunjukkan bahwa terdakwa (Sofyan Basir) sebenarnya mengetahui terkait  hal tersebut.

Menurut Febri, KPK rencananya akan menguraikan lebih lanjut terkait pencabutan Berita Acara Pemeriksaam (BAP) yang dilakukan oleh Sofyan Basir. Febri berpendapat bahwa alasan Sofyan Basir terkait pencabutan BAP itu sebenarnya tidak logis.

Sementara itu sebelumnya majelis hakim dalam persidangan pembacaan vonis di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan bahwa terdakwa Sofyan Basir dinyatakan tidak bersalah dari segala dakwaan yang diajukan pihak JPU KPK.

Menurut majelis halim,terdakwa Sofyan Basir dinyatakan tidak terbukti melanggar Pasal 12 huruf a junctoPasal 15 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tipikor junctoPasal 56 Ke-2 KUHP dan Pasal 11 junctoPasal 15 UU Pemberantasan Tipikor junctoPasal 56 Ke-2 Kotab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00