• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada 2020

ICW Kritisi Usulan Tito Karnavian Terkait Pilkada Tak Langsung

19 November
16:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wacana Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian terkait mengubah sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) turut mendapat perhatian Indonesia Corruption Watch (ICW).

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menyatakan reformasi partai politik lebih penting ketimbang mengubah format pilkada.

“Pembenahan partai politik menjadi prsyarat utama sebelum mengubah model pilkada. Tanpa pembenahan partai politik, maka tidak akan pernah menyelesaikan persoalan politik berbiaya mahal,” ungkap Kurnia di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Sebab, kata dia, biaya mahal atau tinggi dalam pelaksanaan pilkada juga bukan tanpa sebab. Biaya politik tinggi, masih dari penelitiannya selama ini, itu tidak hanya terkait politik uang.

“Sebenarnya, pembenahan partai politik secara kolektif sudah sering digencarkan oleh KPK dan masyarakat sipil. Namun, sejauh ini belum ada respons konkret dari pemerintah untuk menindaklanjuti,” kata dia.

Dia mengaskan, konsep pembenahan partai politik itu tak lain adalah menjadi demokratis, modern dan akuntabel. Sehingga, dia menilai jika wacana Tito dalam mengubah format pilkada dengan penyelenggaraan tidak langsung lagi belum menjadi pilihan tepat.

Tito telah melontarkan pernyataan pelaksanaan pilkada tidak langsung dengan mengebalikan pilkada ke DPRD. Tetapi, Tito juga langsung melakukan klarifikasi dengan dalih akan membuat kajian akademis di Kementerian Dalam Negeri.

Wacana Tito itu berdasarkan pengalamannya sebagai mantan Kapolda Papua. Saat itu, Pilkada 2012, dan menurutnya banyak menelan korban jiwa akibat konflik yang terjadi di Papua sepanjang pelaksanaan pilkada.

“Namun, wacana pemilihan kepala daerah menjadi tidak langsung merupakan kesimpulan prematur,” kata Kurnia.

(FOTO : antarafoto)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00