• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Ragam Festival di Buleleng, Wadah Pelestarian Kesenian di Bali Utara

2 December
10:45 2019
1 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Ada banyak Festival dari ragam daerah dan spesifik tradisi yang membuat masyarakat di Kabupaten Buleleng selalu punya wadah untuk menyampaikan ekspresi melalui berkesenian. Festival merupakan salah satu sarana komunikasi yang digagas pemerintah untuk menyalurkan para seniman untuk menampilkan kekayaan dan identitas daerahnya. Demikian disampaikan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Senin (2/12/2019) saat shooting pengambilan video Dialog Budaya program RRI NET.

Bupati dua periode Agus Suradnyana mengapresiasi bagaimana seluruh element dapat mengali, menumbuhkembangkan dan melestarikan ragam kesenian di Bali Utara.

“Keberadaan festival awalnya mendapat tantangan yang luar biasa, tapi sekarang banyak masyarakat yang mengapresiasi dan menunggu kegiatan ini. Dari festival kita bisa menampilkan kesenian-kesenian yang hampir hilang untuk kembali digali dan ditampilkan seperti rekontruksi kesenian yang terus digali melalui Dinas Kebudayaan Buleleng,” ungkap Bupati PAS.

Upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui berbagai pertunjukkan secara regular di satu tempat. Hal utama yang juga harus dilakukan adalah pemberian apresiasi dengan memfasilitasi kecamatan-kecamatan untuk ikut berpartisipasi aktif menggelar festival di masing-masing daerahnya.

Sehingga Bupati PAS juga menilai melalui festival mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan produk kebudayan secara kreatif seperti seni pertunjukan, kulineri, fashion show, film dan kegiatan ekonomi kreatif lainnya.

“Kini hampir disetiap wilayah di masing-masing kecamatan yang ada di Buleleng memiliki festival dengan keunikan tersendiri sesuai dengan demografi daerah dan karateristiknya. Hal ini penting dilakukan, agar masyarakat, khususnya generasi muda termotivasi dan memiliki pemahaman yang baik dan terlibat aktif dalam melakukan proses internalisasi nilai-nilai budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Terpenting melalui festival pihaknya berharap berkesenian mampu memberi dampak terhadap perbaikan mental karakter sehingga nilai-nilai kearifan lokal, gotong royong, toleransi, dan nilai lainnya bisa menjadi modal pilar dasar pembangunan daerah Buleleng. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00