• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kala Ledakan Granat Asap Monas Bikin Ketakutan, Garis Polisi Tak Tampak

3 December
19:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Tak ada keramaian, tak ada garis Polisi sejauh mata memandang. Itulah suasana dari Pintu Barat Monumen Nasional (Monas), pada Selasa (3/12/2019) sekisar pukul 14.45 WIB. Suasana Monas seperti tidak ada peristiwa genting, pasca-ledakan granat asap yang terjadi pagi tadi, pukul 07.15 WIB.

Bahkan, dari pantauan RRI.co.id di lapangan, aparat keamanan di Taman Monas sebelah barat terlihat santai mendengarkan musik bersama. Teriknya matahari Ibu Kota, memang tak terasa di sekitaran taman yang dipenuhi pepohonan rindang, apalagi pakai tenda.

RRI.co.id mencoba menyusuri sekitaran tempat kejadian perkara (TKP) ledakan granat asap yang menelan dua korban luka parah dan ringan.

“Itu, di sebelah timur sana. Di hujung, depan Kementerian Dalam Negeri tempat meledak tadi,” jawab seorang pria (pedagang nasi) saat ditemui RRI.co.id ketika ditanyai letak ledakan granat asap, pada Selasa (3/12/2019) pukul 14.50 WIB.

Pria muda itu sempat menawarkan tumpangan sepeda motor, karena lokasinya lumayan jauh ditempuh jika berjalan kaki. Tetapi, saya memilih berjalan kaki dan mengatakan terima kasih kepada orang tersebut. Betul saja, sekisar sepuluh menit saya berjalan, dan akhirnya sampai di TKP.

Sepanjang jalan dari Pintu Barat Monas sampai ke TKP, terlihat pula banyak petugas kebersihan Monas masih bekerja dengan normal. Ada yang sedang beristirahat di pohon juga, dan ada juga yang menyapu sampah dedaunan di banyak sudut taman. Saya kembali bertanya, kali ini dengan suatu kelompok petugas kebersihan yang berada di bagian agak selatan, dekat timur.

“Satu saksi yang tugas pagi tadi sudah dibawa dari jam 09.00 WIB,” kata Karwo, seorang petugas kebersihan.

Meski menjawab pertanyaan mengenai petugas kebersihan piket pagi tadi, dari kejauhan mereka terlihat sedikit gelisah. Seperti tahu akan kedatangan saya untuk melontarkan pertanyaan kepada mereka. Namun, ada seorang petugas pemerintahan berbaju safari coklat di tengah mereka. Sayangnya, mereka irit bicara.

Saya melanjuti penyusuran TKP di sepanjang taman berpohon rindang. Hingga akhirnya saya harus melewati tempat tanpa pohon, seperti menyeberang menuju ke TKP di Taman Timur Monas.

Di bawah terik matahari yang panas itu, TKP yang sudah terlihat dan berjarak sekitaran 50 meter lagi, saya melihat banyak sekelompok pria lagi. Ternyata, setelah saya dekati, mereka adalah kelompok Polisi yang tengah melakukan olah TKP. Sekisar lima polisi berada di TKP, depan persis salah satu pohon berpasir.

Seorang pria yang mengaku polisi itu sempat mencurigai saya lantaran saya melakukan foto TKP. Polisi itu mengira saya memotret mereka, padahal tidak.

“Jangan difoto-foto kami. Anda foto ini (pecahan tiang semen) boleh, tapi jangan foto kami, lagi olah TKP,”kata seorang petugas Polisi itu menghampiri saya dengan sebuah perkakas tajam di tangan kanan.

Saat saya datang, mereka memang terlihat sedang berdiskusi. Tapi, saya pun hanya fokus memotret tanpa ingin tahu obrolan mereka. Mereka berpakaian bebas, hitam hitam, ada tiga orang memakai masker wajah.

“Hapus itu foto kami !,”seru pria itu menghampiri saya.

“Saya tidak foto kalian. Saya foto TKP dari semua sudut, ngapain foto kalian?,” jawab saya.

Saya pun tak segan menunjukkan hasil foto jepretan kamera smartphone yang saya bawa. Pria itu juga masih bersikeras mengira saya memotret mereka dengan memakasa melihat semua hasil jepretan saya. Hingga foto keempat, orang itu akhirnya diam.

“Tidak ada, kan?,” kata saya kepada pria yang mengancam itu.

Salah satu teman pria itu juga ada yang menghampiri saya ketika semua foto sudah dilihat mereka. Kembali, dia mengatakan sedang olah TKP.

Hanya sekisar sepuluh menit saya berada di TKP yang tanpa ditandai garis polisi itu. Tapi, ada pria-pria yang mengaku sedang olah TKP. Selain itu, juga terlihat dua orang dekat mereka sedang duduk santai. Dua orang itu, salah satunya perempuan berhijab dan laki-laki berjaket seperti salah satu kegiatan pecinta alam di kampus pada umumnya.

Sebuah bongkahan tiang semen terlihat terbelah dua dan beberapa bagian hancur. Ledakan granat asap pagi tadi terjadi tepat di dekat bongkahan semen itu. Tapi, tidak ada satu ranting pohon yang berserakan di lokasi itu, dan hanya terlihat sehamparan tanah merah di beberapa titik sekitar pohon.

Serma Fajar Ariwisoro dan Praka Gunawan Yusuf menjadi korban ledakan granat asap. Mereka langsung dilarikan demi mendapatkan perawatan medis ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Mereka juga adalah dua anggota TNI yang diketahui sedang melakukan kegiatan olahraga pagi di sekitaran Monas.

Ledakan Granat Bikin Gemetar

Berbeda dengan banyak petugas pria kebersihan Monas yang tergabung dalam satuan Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, dua peremuan paruh baya berseragam sama berani memberikan kesaksian. Saya temui dua ibu petugas UPK Monas di sekitaran Pintu Timur, dan di timur TKP, bawah pohon rindang.

“Dengar saya ledakan tadi pagi. Saya lagi nyapu di dekat panggung Pintu Barat (monas) situ. Duarrr! Kaget saya, langsung berhenti nyapu, gemetar karena takut itu bom,” kata Elis (45).

Elis mengatakan, suara ledakan hanya terdengar satu kali.

“Tapi kencang! Kencang banget. Bukan petasanlah itu, kalau suara petasan kan saya tahu. Ini kayak suara bom,” ungkap Elis yang mengaku masih tidak menyangka kejadian di pagi hari tadi.

Posisi Elis yang tidak dengan TKP, tapi dia mengetahui keadaan saat ledakan masih belum ramai pengunjung Monas. Pagi tadi, kata dia, Monas masih sepi saat ledakan granat asap terjadi. Dia mengaku tak langsung mencari TKP karena masih ketakutan.

Hal senada juga diungkapkan oleh petugas perempuan UPK Monas, Mariyati (56). Menurut Mariyati, ledakan itu juga membuat dia kaget karena terjadi saat bertugas menyapu jalur Monas bagian pusat, pagi tadi.

“Takut saya,”kata Mariyati.

Selang 20 menit dari bunyi ledakan, lanjut Elis, kerumunan orang baru terlihat di bagian utara Taman Barat Monas itu yang tak lain adalah TKP. Bisa dikatakan, keramaian itu terjadi sekisaran pukul 07.36 WIB dari keterangan awal Kepolisian dan TNI dari keterangan saksi bahwa ledakan terjadi pukul 07.16 WIB.

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono siang tadi telah memberikan pernyataan awal. Argo mengatakan granat asap itu ditemukan oleh Serma Fajar dan Kopka Gunawan saat olahraga bersama pagi tadi. Dua anggota TNI itu, kata Argo, menemukan bungkusan plastik yang di dalmnya ada satu granat.

Bungkusan plastik itu kemudian diambil dan meledak hingga menyebabkan luka terhadap dua Anggota TNI itu. Elis sebagai petugas kebersihan UPK Monas juga sudah mengetahui hal itu, dan ternyata juga membuat dia takut dalam membersihkan jalur Monas pasca-ledakan.

“Ya, saya jadi takut. Kan, saya suka rogoh gorong gorong buat ambil sampah. Jadi, saya takut sekarang kalau mau ambil sampah. Jadi lebih hati-hati, deg-degan juga. Takut gitu, kalau ada bom lagi,” ucap Elis.

Selain itu, Elis juga sempat mengira ledakan terjadi karena arus pendek listrik. Sebab, kata dia, belum lama telah terjadi kebakaran di Gardu Listrik Monas. Ternyata, dugaan Elis meleset, dan dia baru mengetahui ledakan hari ini di Monas berasal dari granat asap. Itu membuat dia bertambah takut.

Helikopter TNI Parkir

Dari TKP ledakan granat asap di Taman Timur Monas, pemandangan tak biasa juga terjadi sore tadi. Sebuah helikopter bertuliskan TNI berwarna perak terlihat parkir di Jalur Timur Monas. Dari kejauhan, helikopter itu dijaga sebuah mobil dari satuan unit TNI berwarna oranye.

Ternyata, helikopter TNI itu parkir di Monas karena menunggu tumpangan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kemanan, Mahfud MD. Hal itu dikatakan oleh seorang Anggota TNI  berpakaian kaus dan celana lorereng hitam-hijau ketika saya menanyakan perihal helikopter di Jalur Timur Monas itu.

Dari informasi yang didapatkan RRI.co.id dari Anggota TNI yang enggan disebutkan namanya itu, helikopter akan digunakan Menko Polhukam, Mahfud MD untuk bertolak ke Bandung.

“(Helikopter) buat antar Pak Menteri, Menko Polhukam  ke Bandung. Nanti jam 16.00,” kata Anggota TNI itu, pukul 15.30 WIB.

Satu per satu rombongan mobil menteri datang ke Jalur Timur Monas, dan tepat Pukul 16.00 WIB, mobil berplat RI 35 datang dengan disambut karpet merah di depan pintu helikopter. Dari pantauan sekitaran landasan helikopter itu, rombongan menteri tidak terlalu banyak. Mahfud MD sampai.

Kehadiran Mahfud MD untuk menaiki tumpangan helikopter menuju Bandung itu juga tak mebuat pengunjung Monas penasaran. Keadaan sepi dan lengang mengantar lepas landas helikopter Mahfud menuju Bandung.

Padahal, kegiatan wisata Monas tetap dibuka dan diramaikan pengunjung. Walaupun, peristiwa mengenaskan terjadi pagi tadi akibat ledakan granat asap.

Menurut agenda Kemenko Polhukam, yang diterima RRI.co.id, Senin (2/11/2019) malam, kegiatan menteri hari ini seharusnya sedari pagi berada di Bandung, Jawa Barat. Mahfud MD akan menutup kegiatan dengan menghadiri FGD tentang HAM di Hotel Intercontinental, Bandung, pukul 19.00 WIB. Sedangkan dua jadwal seblumnya, Mahfud seharusnya mengisi acara di pukul 10.00 WIB dan pukul 14.00 WIB.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00