• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Difabel Ingin Ada Kesempatan Kerja di Pemerintahan

3 December
23:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta : Tim Advokasi Difabel Kota Surakarta berharap Pemkot Surakarta kembali memberikan kesempatan difabel untuk bekerja sebagai TKPK (Tenaga Kontrak dengan Perjanjian Kerja) sesuai keahliannya. Wakil Ketua Tim Advokasi Difabel Sri Sudarti mengatakan, kesempatan penyandang kebutuhan khusus untuk bekerja sebagai pelayan masyarakat masih minim.

"Ada beberapa bekerja yang di perusahaan sudah memberikan jalan. Apalagi ada bursa kerja inklusif lebih terbuka lagi. Tapi di OPD (Pemkot Surakarta) sebenarnya masih kurang," ungkap Sri Darti disela perayaan Hari Disabilitas Internasional di Pendapi Gede Balaikota Surakarta, Selasa (3/12/2019).

Darti membuktikan bila difabel diberikan kesempatan sesuai kemampuannya tentu akan bekerja sebaik mungkin. Bahkan dirinya mengawali difabel sebagai TKPK yang dipercaya bekerja di Kantor Kecamatan Serengan. Hingga sekarang menjadi asisten pribadi Walikota.

"Kita cari strateginya agar temen-temen bisa bekerja di pemerintahan untuk menjadi percontohan. Tapi memang butuh kebijakan," imbuhnya.

Selain butuh kebijakan dari Walikota, warga difabel juga kurang memahami cara mengakses pekerjaan yang ada di pemerintahan. Menurutnya TKPK paling mudah bagi pemkot memberikan kesempatan difabel bekerja di pemerintahan selain CPNS.

"Mungkin bagaimana caranya bekerja di Pemkot sulit. Kalau lewat jalur CPNS kan terbatas usia, pendidikan, tandasnya"

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Ir Ahyani mengatakan, program Pemkot semua kebutuhan difabel harus terfasilitasi, termasuk infrastruktur dan pekerjaan. Untuk pekerjaan sebenarnya setiap CPNS ada kuota khusus bagi Difabel. 

"Kalau penambahan TKPK dari difabel bisa saja dilakukan, namun harus melihat kemampuan dan kopetensinya. TKPK itu darurat hanya setahun, perangkat daerah butuh dan kopetensinya ada bisa," ujar Sekda.

Sementara itu kritikan soal pembangunan infrastruktur di Kota Solo akhir-akhir ini yang tidak aksesibilitas Ahyani mengatakan akan melakukan koreksi. Termasuk guiding block di Jurug yang dibuat zigzag menurutnya karena hanya memperhatikan pola keindahan dan mengabaikan kebutuhan.

"Kita lakukan evaluasi semua infrastruktur yang tidak ramah difabel."

Sedangkan peringatan hari Disabilitas Internasional di Solo digelar berbagai acara. Di Balaikota Surakarta berlangsung pentas seni diikuti semua komunitas difabel Solo. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Ahyani.

Selain Pentas ada ikrar penyandang disabilitas "Indonesia inklusi disabilitas unggul". Kemudian ada pawai difabel yang berlangsung di car free day jalan Slamet Riyadi Minggu (1/12/2019) lalu. Puncak difabel berlangsung pementasan wayang oleh dalang tuna daksa Sudarmadi Kencleng.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00