• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Kampanyekan Daur Ulang Sampah, Anak Muda Ini Gelar Lomba Kejar Layangan Putus

20 December
15:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sumbar : Pemuda Nagari Toboh Gadang Barat (Togabar), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, punya cara kreatif dalam mengatasi hura-hura di tahun baru masehi nanti. 

Mereka yang tergabung dalam Karang Taruna Nagari tersebut berencana menggelar festival layang-layang Pau-Pau, pentas seni dan ditutup dengan tabligh. 

Ketua Karang Taruna Togabar, Habibi mengatakan, acara ini sekaligus membawa misi khusus melawan sampah. "Acara utama lomba layang-layang pau-pau adalah sarana untuk mengedukasi masyarakat mengatasi masalah sampah dengan proses recycling. Karena layang-layang pau-pau sendiri adalah jenis layangan yang dibuat dengan menggunakan limbah plastik sebagai bahan utamanya," sebutnya.

Kenapa mengatasi sampah? Menurut Habibi, sampah memang belum menjadi masalah besar di nagarinya. Tapi, justru karena itu dari kini masyarakat sudah harus mulai disadarkan dengan membudayakan daur ulang sampah pada tingkat paling sederhana. 

"Nagari Toboh Gadang juga ingin kami jadikan sebagai nagari layak anak. Setelah berdiskusi dengan sejumlah tokoh kepemudaan dan seniman seperti Ajo Wayoik! dan Kamal Guci, rupanya ini punya kaitan erat. Anak-anak perlu diajarkan kembali permainan lama, agar tak terlena dengan ponsel pintar yang sudah menjadi kegemaran hingga ke pelosok kampung," katanya.

Ramah anak, katanya juga berarti nagari harus punya program untuk membentuk karakter mereka. Karakter yang baik diajarkan oleh berbagai permainan lama, termasuk layang-layang pau-pau.

"Layang-layang atau alang-alang pau-pau punya hubungan dengan sejarah dakwah Syech Burhanuddin. Intinya permainan ini dilestarikan untuk menyambung dakwah terkait sikap arif dan bijaksana yang perlu dimiliki setiap muslim. Layang-layang dibuat dengan mempertimbangkan keseimbangan pada tiap tahap pembuatannya. Nilai ini dapat ditanamkan apabila permainan ini dilestarikan," kata Kamal Guci, pelukis lergendaris asli Piaman.

Sementara Ajo Wayoik mengatakan, dirinya sangat antusias dengan ide awal para pemuda Togabar untuk melestarikan layang pau-pau yang pada dasarnya sangat sederhana sehingga dapat dibuat oleh anak-anak. 

"Dan ketika berdiskusi saya sarankan agar mereka juga mengedepankan kampanye melawan sampah. Sebab jamak permainan lama berasal dari bahan-bahan yang sudah terbuang. Moga-moga Togabar dapat jadi percontohan bagi upaya daur ulang sampah dengan terapan yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan masyarakat. Dengan membuat mainan daur ulang sendiri, anak-anak dan remaja Togabar diharapkan dapat mulai memikir berbagai langkah lain dalam menjadikan sampah menjadi barang berguna," kata Ketua Forum Batajau Seni Piaman ini.

Hal yang menarik lagi, dalam rangkaian lomba, adalah cabang mengejar layangan putus. 

Sementara itu, Ketua Sumbar Kreatif Yulvialdi Adek mengatakan, ide tersebut aneh tapi juga nenarik. Ketika informasi tentang lomba mengejar layangan putus yang bisa diikuti para penonton ini dihadapan peserta Mubes Sumbar Kreatif beberapa waktu lalu, teman-teman banyak yang tertarik untuk ikut.

"Saya berharap proses acara dapat berjalan lancar sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat diraih," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00