• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Sukacita Tahun Baru, Tapi Bukan untuk Imah

1 January
00:06 2020
1 Votes (3)

KBRN, Jakarta : Imbauan tidak membunyikan petasan dan membakar kembang api memang dikeluarkan Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, saat pergantian tahun baru 2020. Namun sesekali letupan suara itu masih dapat terdengar.

Salah satunya dari kuping Imah, warga Palu. Imah tidak bersukacita seperti masyarakat lainnya, ketika momen pergantian tahun datang di planet biru ini.

Betapa tidak, Imah hanyalah korban selamat dari dahsyatnya bencana tsunami yang menyayat. Imah bukan tidak mau bersenang hati, bukan enggan untuk bersenda gurau sembari bersorak meniup terompet. Imah hanya tidak mampu meluapkannya.

Kesenangannya terhambat kondisi yang tengah ia rasakan saat ini. Meski hati terus berusaha melupakan bencana maha dahsyat itu, namun kenyataan saat ini membuat gambaran setahun lalu itu masih berputar di hayalannya, bahkan di mimpi buruk tidurnya.

Lebih dari setahun, dirinya dan warga lain tidak bisa kembali hidup normal. Imah masih berada di hunian sementara korban bencana. Imah tegar, namun lemah saat sempat diwawancara reporter RRI di lokasi hunian sementara di kawasan Lapangan KONI Palu Selatan, sesaat usai pergantian tahun baru pada Rabu (1/1/2020).

"Sedih dapat musibah, setelah mendapat bencana itu," ungkap Imah yang sabak.

Imah berharap, jikapun tidak kembali seperti yang dulu, mendapatkan kembali rumahnya yang berserakan tersapu tsunami, Imah hanya ingin hidupnya bisa lebih layak dari pada berdiam di hunian sementara.

"Tentu berharap dapat hidup lebih layak dari pada di sini," harapnya dingin.

Seperti diketahui, belum usai bencana Lombok, fenomena alam maha dahsyat berupa gempa, tsunami, dan likuifaksi juga mengguncang kawasan Sulawesi Tengah, sehingga menjadi duka untuk Indonesia di tahun 2018. Kejadian terjadi sekitar pukul 17.02 WIB, gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Kota Palu dan Donggala. Pusat gempa ada pada kedalaman 10 km, berjarak 27 km sebelah timur laut Donggala. (foto : Ant)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00