• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Sosok Reynhard Sinaga Dimata Teman Sekolah

8 January
16:39 2020
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Reynhard Sinaga (36) terpidana hukuman seumur hidup atas kasus pemerkosaan terhadap 190 korban di Menchester, Inggris, adalah alumni SMPN 2 Kota Depok, Jalan Bangau, Depok 1, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Alumni SMPN 2 Kota Depok tahun 1997 ini menurut salah satu adik kelasnya Aira, adalah sosok kakak kelas yang baik, aktif di Osis, berprestasi dan mengayomi terhadap juniornya. Meskipun tajir tapi Reynhard tidak pilih-pilih teman semasa sekolah.

"Reynhard itu dulu termasuk idola di sekolah, banyak cewe-cewe yang suka sama dia. Karena mamang dia ganteng, tinggi, putih dan kaya," ujar Aria kepada RRI, sambil tersenyum kecil saat bernostalgia tetang Reynhard semasa SMP dulu.

Reynhard itu cool, sekolah dulu Reynhard sudah bawa mobil sendiri. Kalau temen-temen yang rumahnya satu arah gitu, selalu ajak temennya pulang bareng tanpa mandang suku dan agama, semua dia rangkul.

"Makanya banyak lah cewe-cewe yang tepar sama dia, jadi gebetan, segala macam gitu. Tapi dia ngga play boy," kisahnya.

Adik kelas lainnya Bakti Hariani menyebutkan kenal dengan Reynhard pada saat masa orientasi peserta didik (MPOD) tahun 1997. Saat itu Bakti Hariani baru masuk kelas 1 SMPN 2 Depok dan Reynhard bertindak sebagai panitia MOPD Osis atau kakak pembimbing.

"Biasanya kakak pembimbing itu galak-galak memang kan, mereka jual mahal lah, mereka sok-sok senior, sok-sok penting, sok-sok di perluin. Tapi Reynhard ini ngga, dia ke adik-adik junior justru ramah banget, baik banget dan ngga pernah ngomong gw senior lho, lo pada harus hormat ke gw!, ngga, Reynhard malah memeperlakukan adik-adik kelasnya itu malah melindungi dan ngga tinggi hati," tutur Bakti Hariani.

Ketika ditanya, apa reaksi dirinya mendapat kabar bahwa seniornya itu saat ini di jerat hukum penjara seumur hidup atas kasus perkosaan sesama jenis? Bakti Hariani pun mengaku kaget dan syok. Karena dalam pergaulannya semasa SMP dulu, Reynhard tampak normal, dan tidak ada indikasi penyimpangan sedikit pun.

"Normal dia pergaulannya waktu SMP dulu. Sama temen cowo, sama temen cewe dia akrab. Makanya gw kaget banget ada kasus kekgini. Kalau dibilang melambai, ngga juga ya, waktu SMP dia laki banget kok," ujarnya.

Kemudian, sambung Hariani, waktu SMP Reynhard termasuk siswa yang pintar dan berprestasi. Setiap bagi rapor waktu SMP dulu, Reynhard tidak pernah putus mendapat rangkin paralel.

"Gw sih ngga tau juara berap-berapanya, yang jelas dia dapet rangking tiga besar atau paralel terus. Buktinya dia keterima di SMAN 1 Depok, trus di UI," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Depok Purnomo Dono Ismawan membenarkan Reynhard merupakan lulusan SMPN 2 Depok tahun 1997. Menurut informasi yang diterima Dono dari guru SMPN 2 Depok, Reynhard memang salah satu siswa berprestasi di sekolah pada waktu itu.

"Tahun 1997 saya sih masih di Bandung, tapi saya mendapat info dari rekan-rekan guru yang dulu pernah kenal Reynhard, memang kata mereka Reynhard dulu adalah siswa berprestasi. Apalagi dari duly SMPN 2 termasuk sekolah unggulan, makanya dia bisa ke SMAN 1 dan ke UI," kata Dono kepada RRI.

Baca Juga: UI Kutuk Perbuatan Alumninya Reynhard Sinaga

Saat ini Reynhard mendekam di balik jeruji besi di Menchester, Inggris untuk membayar perbuatannya atas kasus pemerkosaan kepada sebanyak 190 laki-laki dengan cara dibius melalui minuman keras. Reynhard diketahui telah melakukan perbuatannya sejak Januari 2015 dan berhasil ditangkap polisi Inggris pada Juni 2017.

Meski sudah di dakwa bersalah, dan di dukung dengan bukti-bukti video di persidangan, Reynhard tetap kekeh jika perbuatan sodomi yang dilakukannya itu kepada korban atas dasar suka sama suka.

Sebelum kasus ini terkuat, Juni 2017 lalu, pria kelahiran Jambi 1983 itu sedang kuliah program studi S3 di Leeds University, Menchester, Inggris. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Afrizal Aziz

    Redaktur Pro 3 RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00