• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Kasus Suap Komisioner KPU Dinilai Kurangi Kepercayaan Publik di Pilkada 2020

11 January
15:47 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kasus suap yang melibatkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dinilai akan mengurangi kepercayaan publik atas penyenggaraan Pilkada Serentak 2020 mendatang. Dalam diskusi dengan tema "Suap KPU dan Peluangnya dalam Pilkada Serentak 2020" di Jakarta, Deputi Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Muhammad Anif menyebut Pilkada Serentak 2020 yang melibatkan 270 Kabupaten/ Kota akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu.

Muhammad Anif menyatakan komitmen KPU dalam menyelenggarakan pemilihan umum dengan azas jurdil dan luber menjadi runtuh akibat kasus suap Komisoner KPU Wahyu Setiawan.

Terlebih lagi sebelumnya KPU melarang calon peserta pemilu dari mantan napi koruptor, namun justru ada oknum Komisioner di KPU yang terlibat kasus korupsi.

"JPPR menganggap kasus ini akan berdampak pada Pilkada 2020, yang akan kita laksanakan, Pilkada 2020 cukup setengah dari Indonesia, 270 daerah pemilihan, setengah dari pemilih yang ada di Indonesia, semangat KPU menginginkan calon di Pilkada bebas korupsi," ungkap Muhammad Anif saat diskusi di Kantor JPPR, Jakarta, pada Sabtu (11/1/2020).

Sementara itu, Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jeirry Sumampow menyatakan KPU harus fokus menyiapkan KPUD jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 270 Kabupaten/ Kota, dimana KPU dinilai jangan terlalu fokus habis waktunya pada kasus suap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. 

Jeirry Sumampow menyatakan KPU harus menjawab distrust atau ketidak percayaan publik atas kasus suap yang melibatkan Komisioner KPU.(QQ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00