• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Indonesia dan UEA Tanda Tangani MoU Bidang Agama Islam dan Wakaf

12 January
23:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Abu Dhabi : Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) menjalin kerja sama dalam urusan Agama Islam dan wakaf. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Menteri Agama Fachrul Razi dan Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf UEA, Mohammed bin Matar al Kaabi.

“Alhamdulillah, saya beserta Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf UEA Mohammed bin Matar al Kaabi telah menandatangani MoU tentang urusan agama Islam. Penandatangan ini dilakukan dalam kesempatan pertemuan antara Presiden Jokowi dan Crown Prince Muhammed Bin Zayyed (MBZ) di Istana Kepresidenan Qasr al-Watan, Abu Dhabi,” kata Fachrul di Abu Dhabi, seperti keterangan resmi Kementerian Agama RI yang diterima rri.co.id, Minggu (12/1/2020) malam.

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Istana Kepresidenan Qasr al-Wathan, Abu Dhabi, tadi malam, turut disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Shaikh Muhammed Ben Zayed (MBZ). Hadir juga, Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan dan Tim KBRI Abu Dhabi. 

"Salah satu poin penting sinergi ini adalah promosi moderasi beragama dan bahaya ekstrimisme," kata Fachrul.

Sekjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan yang hadir mendampingi Menag menjelaskan, ada sejumlah isu kerja sama bilateral antara Indonesia dan UEA terkait urusan agama Islam dan Wakaf. Pertama, pertukaran pengalaman dan keahlian untuk mempromosikan konsep-konsep moderasi beragama, nilai-nilai toleransi, dan meningkatkan kesadaran publik dalam menghadapi bahaya ekstremisme. 

Kedua, pengembangan kapasitas imam, khatib, dan mufti melalui berbagi praktik terbaik. Ketiga, pertukaran keahlian di bidang penghafalan Al Qur'an, pembacaan dan terjemahan Al-Qur'an dan Sunnah. Keempat, pertukaran pengalaman di bidang manajemen wakaf, pengembangan dan investasinya. Kelima, bertukar cetakan, publikasi, dan terjemahan Kitab Suci Al Qur'an serta hasil cetakan, hasil penelitian, publikasi, dan majalah. 

Keenam, pertukaran keahlian dalam pembangunan, pemeliharaan dan pengelolaan masjid yang bertujuan untuk mempromosikan masjid sebagai tempat ibadah dan bimbingan keagamaan moderat yang aman.

“Terakhir, pertukaran delegasi dan peserta di semua tingkatan dan partisipasi pada forum, konferensi, dan Musabaqah Al-Quran,” kata Nur Kholis.

Hal lain yang akan dibicarakan adalah terkait rencana bantuan hibah (grant) Pemerintah UEA berupa pembangunan fisik Grand Mosque Muhammad bin Zayyed di Solo, Jawa Tengah. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen UEA bersama RI untuk membangun masjid yang ramah bagi semua orang dan penyebaran Islam wasathiyah dan moderasi beragama.

"Kita juga akan menjalin kerja sama dalam penguatan e-learning madrasah," ujar Nur Kholis.

Menag beserta jajarannya dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air, Selasa, 14 Januari 2020 mendatang. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00