• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada 2020

Bawaslu Sultra Ingatkan Peserta Pilkada Serentak 2020 dan Pemilih, Tidak Terlibat Politik Uang

13 January
15:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Kendari: Bawaslu Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengingatkan calon kepala daerah maupun pemilih, untuk tidak terlibat politik uang pada pelaksanaan pilkada serentak 2020, karena pemberi maupun penerima, sama-sama diproses secara hukum, sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

“Jika dalam Undang-Undang nomor 7 tahun 2017, kasus politik uang hanya menyasar pemberi suap, namun pada undang-undang pilkada serentak, si penerima uang juga akan di kenakan sangsi hukum,” tegas ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu, Senin (13/1/2020).

Hamiruddin menjelaskan, dengan adanya regulasi tersebut, jika setiap calon kepala daerah maupun pemilih terbukti melakukan politik uang, maka keduanya sama-sama diseret di meja pengadilan, dan dikenakan pidana kurungan maksimal 3 tahun penjara.

“Pada pilkada 2017 lalu, tercatat 11 orang tim peserta calon kepala daerah, telah dijebloskan ke penjara karena terbukti melakukan praktek politik uang, sedangkan pada Pemilu 2019, juga tercatat 10 orang masuk penjara, salah satunya berkaitan dengan pelibatan Aparatur Sipil Negara,” ujar Hamiruddin.

Pada Pilkada Serentak tahun ini di 7 kabupaten, potensi pelanggaran yang dapat terjadi diantaranya Politik uang, keterlibatan ASN, kampanye hitam di media social, pelibatan kepala desa atau perangkat dan pelanggaran kode etik penyelenggara pilkada ditingkat bawah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00