• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Awas, Media Ternyata Jadi Indikator Anak Lakukan Aksi Bunuh Diri

14 January
15:06 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Psikiater Dr Ika Nurfarida mengemukakan, kasus bunuh diri yang dilakukan anak-anak merupakan masalah komplek. Ada hal yang mendasari hingga anak maupun pelajar berbuat nekat salah satunya bisa karena pemberitaan di media.

"Ada berbagai sebab bisa karena depresi, memendam permasalahan yang cukup berat atau bisa karena pemberitaan media. Anak itu masih labil jadi sering mencontoh apa yang mereka lihat," ungkap Dr Ika dikonfirmasi, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya agar anak tidak melakukan aksi bunuh diri, hal yang paling mendasar yakni ada pada tatanan keluarga dan lingkungan terdekat. Orang tua, katanya harus melakukan fungsinya.

"Pembentukan dari awal itu ikatan orang tua dengan anak, lingkungan dan keluarga besar. Orang tua harus memfasilitasi anak-anak untuk mengungkapkan permasalahan dan mencari jalan keluar," terangnya.

Tidak hanya di lingkup lingkungan, sekolah juga mempunyai peran penting. Sekolah menurut Ika tidak hanya berkaitan akademik dan prestasi, namun bagaimana hak anak juga diperhatikan.

"Pendidikan karakter, pembangunan kepribadian mental sebaiknya jadi kurikulum pendidikan. Jadi sekolah itu tidak hanya masalah akademik dan prestasi, tapi bisa menjadi solusi permasalahan siswa," imbuhnya.

Dalam hal ini keluarga maupun sekolah harus bisa melakukan identifikasi masalah pada anak. Sering kali banyak orang lupa anak juga mempunyai masalah dan itu dibutuhkan komunikasi dan solusi.

"Sebagai orang tua, tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan materi tetapi lebih bagaimana memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak," ujarnya.

Ika menyebut kematian akibat bunuh diri dari tahun ketahun semakin meningkat. Pada peringatan hari kesehatan mental sedunia 2019 pencegahan bunuh diri menjadi kampanye dunia.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari WHO lebih dari 800.000 orang meninggal karena bunuh diri per tahun. Bunuh diri telah menjadi penyebab utama kematian di antara orang berusia lima belas hingga dua puluh sembilan tahun. 

Terkait hal ini, ada kekeliruan pandangan dalam masyarakat awam. Mereka sering meyakini hanya orang dewasa yang menunjukkan perilaku bunuh diri. Tetapi data dan fakta menunjukkan, bahwa ada banyak anak-anak dan remaja terlibat dalam tindakan bunuh diri sebagai akibat dari kekerasan, pelecehan seksual, penindasan (bullying) secara langsung, dan penindasan melalui media sosial.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00