• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Gelombang Tinggi, Tangkapan Nelayan Bengkulu Merosot Tajam

15 January
01:30 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Lantaran cuaca yang kurang bersahabat di perairan laut Bengkulu dan sekitarnya akhir-akhir ini, secara tidak langsung berimbas terhadap pendapatan masyarakat nelayan di Kota Bengkulu. Dimana dengan gelombang pasang air laut sedang tinggi 1-2,5 meter, membuat hasil tangkapan ikan para nelayan merosot tajam. 

Seperti disampaikan salah seorang nelayan asal Kelurahan Pasar Bengkulu, HermanDengan kondisi gelombang laut sekarang ini, pihaknya sedikit nekat memilih untuk tetap melaut. Hal itu karena mengingat sumber pendapatan satu-satunya dalam memenuhi kebutuhan keluarga adalah dengan menangkap ikan di laut.

Hanya saja sejak gelombang tinggi diakuinya, hasil tangkapan sangat merosot, yang biasanya per hari tangkapan ikan yang dihasilkannya bersama dengan nelayan lainnya mencapai 100 Kg per perahu, tapi saat ini hanya berkisar 10-20 Kg saja untuk setiap perahu nelayan.

Merosotnya hasil tangkapan, otomatis berdampak terhadap penghasilan kami. Jadi beberapa waktu terakhir kian terpuruk penghasilan yang kami dapatkan dari melaut," ujarnya, Selasa (14/1/2020).

Secara terpisah, Forcaster Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu, Harits Syahid Hakim menjelaskan, gelombang laut di perairan Bengkulu, Enggano, masih terbilang tinggi. Gelombang bisa lebih kurang 2 meter. Sementara itu, gelombang di perairan Samudera Hindia mencapai 2,5 meter. 

Sedangkan untuk arah dan kecepatan angin di wilayah itu rata-rata berhembus dari Barat Daya ke Timur Laut, yang angkanya berada diantara 05 hingga 23 knots.

Tinggi gelombang di perairan Bengkulu, Enggano dan Samudera Hindia masih normal, tapi menjadi tinggi dan naik akibat adanya awan-awan hujan. Begitu juga dengan kecepatan angin," pungkasnya.

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00