• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Bonsai Kelapa Bernilai Ekonomis Tinggi dan Lestarikan Lingkungan

16 January
14:01 2020
1 Votes (5)

KBRN, Mataram : Bonsai Kelapa menjadi tanaman hias yang menjanjikan bagi setiap orang, khususnya petani. Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Bonsai Kelapa Indonesia (BKI) Wilayah Lombok secara gencar memperkenalkan tanaman hias. Bahkan melalui bincang di Pro 4 RRI Mataram, mereka memperkenalkan bonsai kelapa ini kepada publik.

Koordinator Komunitas Bonsai Kelapa Indonesia (BKI) Wilayah Lombok, Setyowiradi mengatakan, Komunitas BKI ini menjadi wadah bagi para petani maupun masyarakat penggemar bonsai kelapa untuk bersilaturrahmi.

“Filosofinya dua tiga tahun lalu, kelapa di Lombok tidak ada harganya sama sekali, bahkan orang yang punya pohon kelapa pun malas untuk mengelola hasilnya karena biaya operasional lebih tinggi dari harga kelapa itu sendiri,” kata Setyo kepada RRI di Mataram, Lombok, Kamis (16/1/2020).

Setyo menyebutkan, dengan banyaknya potensi kelapa yang dimiliki NTB khususnya di pulau Lombok, akhirnya ia bersama beberapa rekan pecinta bonsai kelapa mendirikan BKI di Lombok. Menurutnya dengan adanya wadah ini, merupakan langkah untuk melestarikan pohon hias dari kelapa.

“BKI wilayah Lombok sendiri sudah berusia dua tahun,” paparnya.

Setyo lanjut menuturkan, harga satu bonsai kelapa bisa mencapai seratus ribu hingga jutaan rupiah. Ia berharap, Komunitas BKI wilayah Lombok bisa semakin banyak dikenal masyarakat. Dan juga agar pertumbuhan ekonomi masyarakat juga meningkat melalui budidaya bonsai kelapa.

Tidak hanya itu, dia juga berharap masyarakat NTB tetap bersatu dan melestarikan lingkungan agar menjadi masyarakat yang aktif dan produktif. Lebih lanjut, Setyo menyebut dengan adanya Komunitas BKI ini juga sebagai tempat sharing informasi baik bagi semua pencinta bonsai kelapa di Indonesia agar BKI tetap dicintai masyarakat. Karena kata dia, komunitas ini juga lahirnya dari masyarakat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00