• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Kemenhub Uji Coba Hasil Riset ITS di Enam Bandara

16 January
21:04 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Mendukung keselamatan transportasi udara, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Transportasi Udara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan RI akan mengaplikasikan hasil kerjasama penelitian dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). 

Karya penelitian berupa Standing Water Detector (SWD) dan Wind Shear Detector (WSD) tersebut akan dilakukan uji operasional di enam bandara di Indonesia. 

Kepala Puslitbang Transportasi Udara Capt. Novyanto Widadi S.AP implementasi hasil penelitian dengan ITS ini menjadi urgent setelah permasalahan tergenangnya Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, awal tahun ini. Bandara yang menjadi pintu gerbang bagi para tamu negara tersebut tergenang air akibat curah hujan yang lebat. 

Dr Melania Suweni Muntini MT sebagai ketua tim peneliti menyampaikan bahwa dari sekitar 300 bandar udara (bandara) di Indonesia, belum ada yang dipasang detektor genangan air di landasan pacu. Padahal, menurut ICAO, genangan air tertinggi adalah 4 mm dan tidak boleh lebih dari 25 persen di area runway yang tergenang. 

“Ketika musim hujan seperti ini dan landasan pacu di bandara tergenang air, maka tidak ada informasi yang valid kepada pilot tentang seberapa tinggi genangan airnya, untuk mempertimbangkan bisa mendarat atau tidaknya pesawat di bandara tersebut,” jelas dosen Departemen Fisika ITS ini, Kamis (16/1/2020).

Tak hanya itu, lanjut Melania, angin di sekitar bandara terkadang juga berpotensi menimbulkan adanya angin samping (wind shear). Apabila arah dan besar angin muncul dari berbagai arah dengan kecepatan tinggi, maka akan menimbulkan kondisi yang berpotensi munculnya angin samping tersebut.

Novyanto dalam kunjungannya mengungkapkan, uji coba peralatan WSD dan SWD ini akan dilaksanakan di enam bandara yang ada di Indonesia. 

“Yakni di Bandara Cengkareng (Soekarno-Hatta, red), Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Juanda, I Gusti Ngurah Rai, dan Sultan Hassanuddin,” papar lelaki kelahiran 1968 ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00