• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Whatsapp Bakal Disusupi Iklan, Roy Suryo Merasa Terganggu

17 January
13:06 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta :  Facebook kabarnya akan  membawa iklan ke aplikasi Whatsapp. Hal ini mendapat respons dari Pakar Telematika Roy Suryo. Roy Suryo mengatakan jika aplikasi WhatsApp disusupi iklan maka akan mengganggu pengguna aplikasi tersebut. 

"Bagi saya pribadi terusterang saja iklan yang akan mulai muncul di WhatsApp Status yang fungsinya mirip Stories di Instagram atau Facebook bisa dianggap mengganggu kenyamanan berkomunikasi," kata Roy saat berbincang dengan rri.co.id, Jum'at (17/1/2020).

Selain itu, lanjutnya jika Whatsapp disusupi iklan maka di sisi bawah bisa akan muncul ikon "swipe-up" mirip di Instagram Stories yg akan mengarahkan ke situs pengiklan. Nama perusahaan yang beriklan akan muncul di WhatsApp Status, seperti halnya nama kontak. 

"Nah, hal-hal ini pasti akan dirasakan "mengganggu" bagi penggunanya," ujarnya.

Menurut Roy meski bagi sebagian pengguna WhatsApp mungkin iklan-iklan ini ada gunanya, namun tentu bagi pengguna-pengguna lainnya termasuk dirinya kehadiran iklan disini akan sangat mengganggu. 

"Tentu saja ini akan sulit dihindari mengingat Fasilitas di WhatsApp kita nikmati gratis selama ini, kecuali kita mau membayarnya," jelasnya. 

Roy menegaskan pemerintah wajib menagih pajak, jika WhatsApp disusupi iklan. "Benar, itu harus dilakukan pemerintah," tegasnya. 

Laporan Wall Street Journal menyebutkan rencana WhatsApp disusupi iklan sampai sekarang tidak jelas kapan hal tersebut akan dilakukan dan tidak jelas juga kenapa rencana ini telah ditunda.

"Saya dengar sempat niat bisnis tsb ditolak mentah-mentah oleh dua pendiri WhatsApp, Jan Koum & Brian Acton, namun karena keduanya kini sudah tidak berada disana lagi maka rencana ini tampaknya akan dijalankan di WhatsApp oleh Facebook yang mengakuisinya 5 tahun lebih yang lalu," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00