• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Rencana Pencabutan Subsidi Pada Harga Gas Elpiji 3 Kg Tuai Kritik

17 January
13:25 2020
0 Votes (0)

KBRN, Manggar : Beredarnya kabar rencana pencabutan subsidi pada harga gas elpiji tiga  kilogram (gas melon), mendapat banyak tanggapan dari masyarakat luas. Sebelumnya telah disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa pemerintah akan menghentikan subsidi gas tiga kilogram di semester dua tahun ini.

Menanggapi rencana pencabutan subsidi tersebut, salah satu masyarakat di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Buana mengungkapkan, wacana itu dapat membuat gelisah masyarakat, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu.

"Belum naik sudah diwacana terus, akhirnya membuat gelisah masyarakat. Kalau subsidi ini dicabut kebutuhan dapur akan meningkat, belum lagi kebutuhan yang lainnya," ujar Buana kepada RRI, Jumat (17/1/2020).

Buana berharap, kepada seluruh pihak terkait, mulai dari pejabat pusat maupun daerah, baik eksekutif maupun lesgilatif dan BUMN. Harus peka terhadap kondisi masyarakat saat ini.

"Mereka itu pejabat publik, dengan gaji, fasilitas dan tunjangan yang cukup besar. Mungkin mereka tidak begitu merasakan dampak kenaikannya nanti. Tapi bagaimana dengan masyarakat bawah. Sudah pasti kehidupan mereka akan semakin sulit, karena masih memikirkan biaya kebutuhan lainnya," katanya.

Menurut Buana, dampak dari rencana pencabutan subsidi pada harga gas tiga kilogram ini akan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Karena akan ber- efek terhadap kenaikan harga-harga bahan pokok di pasaran.

"Itu yang sering terjadi, misalnya seperti rencana kenaikan BBM, atapun kenaikan gaji PNS waktu itu, sebelum harga BBM dan gaji PNS naik, justru harga-harga sembako duluan yang naik. Begitulah kondisinya," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00