• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Sewakan Kamar Mesum, Ibu Rumah Tangga 53 Tahun Diamankan

18 January
02:00 2020
0 Votes (0)

KBRN, Kediri : Satu lagi terkuak kasus prostitusi. Diduga menyediakan tempat kos untuk prostitusi, Sulastri binti (Alm) Djaimin (53), seorang ibu rumah tangga pemilik rumah kos, beralamat Dusun Dadapan 021/004, Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, diamankan polisi.

"Penangkapan tersangka, terjadi dengan TKP di rumah kos di Dusun Dadapan, Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis, 16 Januari 2020, sekitar pukul 11.30 WIB. Pada kejadian ini, tersangka bertindak sebagai pemilik rumah kost/penyedia tempat," kata Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, saat menggelar konferensi pers, di Mako Polres Kediri, Jumat (17/1/2020).

Terkait dengan modus operandi, Lukman menjelaskan, tersangka diduga menyewakan kamar dengan tarif antara Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu untuk praktik prostitusi. 

"Kronologisnya, pada Kamis, 16 Januari 2020, sekitar pukul 10.30 WIB, Unit Resmob Polres Kediri mendapat informasi tentang pelaku yang menyediakan kamar/sewa kamar untuk praktik prostitusi. Kami menindaklanjuti informasi tersebut, dan petugas melakukan penyelidikan dengan mengamankan 2 (dua) pasangan bukan suami istri di dalam kamar rumah yang disediakan pelaku," ujarnya.

Kemudian, dari penyelidikan dan hasil pemeriksaan petugas terhadap pelaku, diketahui dalam sehari, rata-rata ada sekitar 4-10 pasangan yang diduga bukan suami-istri menyewa kamar yang disediakan untuk berhubungan badan.

"Nah, setiap pelanggan penyewa kamar dipatok harga Rp 100.000 (per 4 jam) hingga Rp. 140.000 (permalam/menginap)," katanya melanjutkan.

Lebih lanjut, dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang berupa 2 (dua) potong kain sprei, satu potong handuk warna merah, dan lainnya. Ada pula, barang bukti lain berupa sebuah buku catatan, uang tunai Rp 540 ribu. sedangkan pelaku dan barang bukti tersebut diamankan di Polres Kediri guna proses lebih lanjut.

"Untuk pasal yang disangkakan, yakni Pasal 296 KUHP, 'Barang siapa yang pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, dihukum penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00