• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Menggali Kreativitas Kaum Milenial Hadapi Revolusi Industri 4.0

17 January
14:20 2020
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Era revolusi industri 4.0 sudah didepan mata. Salah satu yang nyata adalah mulai berubahnya pola belanja masyarakat. Masyarakat kini lebih tertarik belanja online ketimbang mengunjungi toko konvensional.

Belum lagi masif-nya elektronifikasi perbankan, yang berakibat pada penurunan penggunaan uang kartal. Kondisi itu hanya sebagian kecil dari dampak yang ditimbulkan revolusi industri 4.0.

Berbicara hal itu, Bendahara Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar, Ketut Gede Sri Diwya Tuvoli Amararaja menilai, industri 4.0 bagaikan dua sisi mata uang. Karena selain memberikan kemudahan, fenomena global ini diakui berimplikasi terhadap berkurangnya lapangan pekerjaan.

Kondisi ini diakui harus disikapi secara cepat, khususnya oleh dunia pendidikan Tanah Air. Pendidikan memegang peranan penting untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) kompetitif dan kreatif. Kedua hal itu menjadi modal, agar ke depan masyarakat usia produktif Indonesia tidak tergilas zaman. 

"Keberhasilan dalam pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu dari dalam atau internal, dan faktor dari luar atau eksternal. Beberapa faktor dari dalam siswa dapat mempengaruhi keberhasilan pendidikan itu adalah karena kreativitas siswa. Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan imanjinasi dalam berpikir konstruktif. Seorang dikatakan mempunyai daya kreasi yang tinggi, bilamana dia mampu menemukan serta menggabungkan gagasan atau ide-ide dan pemikiran baru yang orisinil dan dalam kombinasi yang baru," katanya kepada wartawan di Denpasar, Jumat (17/1/2020).

Perdiknas dikatakan Diwya Tuvoli Amararaja, menaruh perhatian besar terhadap upaya peningkatan kreativitas generasi muda. Salah satu upaya konkrit adalah pembinaan kreativitas siswa diseluruh unit kerja Perdiknas.

"Pembelajaran aktif memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Untuk itu Perdiknas memberikan dan mendukung secara penuh bagi siswa yang berpikir kreatif. Pengembangan kreativitas siswa, baik melalui lingkungan belajar yang kondusif oleh guru terhadap siswa, maupun juga melalui ajang lomba antar sekolah," ujar Diwya Tuvoli Amararaja yang juga Ketua Pelaksana HUT ke-11 SMK Teknologi Nasional Denpasar. 

Diwya lebih lanjut mengatakan, upaya peningkatan kreativitas itu diwujud-praktikkan melalui fasilitasi siswa dalam mengikuti perlombaan, baik internal maupun eksternal. Kompetisi internal disebutnya terealisasi dalam sederet perlombaan yang diadakan serangkaian HUT ke-11 SMK Teknologi Nasional Denpasar.

Kepala SMK Teknologi Nasional Denpasar, Ni Nyoman Sulasmini pada kesempatan yang sama mengemukakan, lomba yang diadakan meliputi debat Bahasa Indonesia, story telling, dan modern dance. Lomba ini diikuti peserta dari 14 sekolah menengah pertama (SMP) negeri maupun swasta di Kota Denpasar. 

"Selain untuk meningkatkan silaturahmi antara siswa SMP se-Denpasar dengan kami, perlombaan ini juga untuk mengasah kreativitas generasi muda. Tujuannya tentu agar kreativitas generasi muda semakin matang dalam menghadapi era revolusi industri 4.0," tutup Sulasmini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00