• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Aktivitas Gempa Kepulauan Nias Pekan kedua Januari Menurun

17 January
15:12 2020
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli : Hasil analisa data mingguan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika (Stageof) Gunungsitoli untuk periode 10 - 16 Januari 2020 untuk pekan ini menurun bila dibandingkan dengan data gempa pada pekan sebelumnya.

Menurut Pengamat Meteorologi dan Geofisika Martin Nababan, bahwa selama pekan kedua Januari 2020, benar telah terjadi gempa bumi tektonik di wilayah Kepulauan Nias dan sekitarnya sebanyak 7 (tujuh) kali. Jumlah gempa yang tercatat mengalami penurunan dibandingkan dengan gempa pada pekan sebelumnya sebanyak 22 kali.

“Dari tujuh event gempabumi yang tercatat selama pekan kedua bulan Januari, satu kali gempa dengan magnitudo diatas 4 Skala Richter (SR), 3 kali antara 3-4 SR dan 3 gempa lainnya di bawah magnitudo 3 SR,” terang Martin, Jumaat (17/01/2020).

Sebaran pusat gempabumi (episenter) yang terjadi di sekitar wilayah kepulauan Nias dan sekitarnya yang berada di laut dan darat masih disebabkan oleh aktifitas zona subduksi antara lempeng indo australia dengan lempeng Eurasia. Hasil pengamatan dan analisa Gempabumi BMKG Stasiun Geofisika Gunungsitoli, dari seluruh kejadian gempabumi berada di wilayah kepulauan Nias tidak ada informasi dirasakan dari masyarakat.

“Kami himbau kepada masyarakat Kepulauan Nias agar peduli dengan lingkungan sekitar, gempabumi tidak berbahaya asal kita tahu langkah mitigasi dan tanggap bencana khususnya gempa dan tsunami. Serta jangan mudah termakan berita hoax, segala informasi terkait gempabumi dan tsunami yang valid berasal dari BMKG. Mari kita kenali Bahaya-Kemampuan-kelemahan (Kerentanan), kemudian belajar dan berlatih menghadapi bencana, hal ini tentunya untuk mengurangi akibat atau dampak dari bencana tersebut," kata Martin.

  • Tentang Penulis

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

  • Tentang Editor

    Miechell Octovy Koagouw

    Miechell Octovy Koagouw Editor RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00