• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Minim Wilayah Resapan Air Jadi Sebab Banjir di Samarinda

17 January
15:28 2020
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda : Memasuki hari ke-6 banjir di Kota Samarinda, genangan air terlihat mulai perlahan surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat sebanyak tiga kecamatan telah terendam banjir sejak sabtu lalu diantaranya Samarinda Utara, Sambutan dan Sungai Pinang.

BPBD Samarinda memperkirakan sekitar kurang lebih 18 ribu jiwa telah terdampak banjir, namun kondisi air beberapa wilayah sudah mulai mengalami penurunan. Sebagian warga pun sudah mulai beraktifitas membersihkan rumah masing-masing, salah satunya di Kecamatan Samarinda Utara Perumahan Brngkuring yang merupakan wilayah terdampak cukup dalam sebelumnya.

Minimnya daerah resapan air di Kota Samarinda menjadi penyebab utama terjadinya banjir di Ibukota Provinsi Kalimantan Timur hingga kini, Hal itu disampaikan Penggiat Lingkungan Kota Samarinda Maulana Yudhistira kepada RRI Jumat (17/01/2020).

Yudis mengatakan selain faktor cuaca, banyaknya pembangunan perumahan diwilayah resapan air bahkan aktifitas pertambangan serta daerah aliran sungai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi maupun sampah menjadi faktor penyebab banjir di Samarinda.

“Sebenarnya di Samarinda air ga punya tempat lagi, dan itu memang banyak hal misalnya kayak industri pertambangan yang meninggalkan banyak bekas lubang tambang kemudian daerah aliran sungai karang mumus yang memang sudah banyak perumahan jadi tidak mampu lagi menyimpan air, mengalami pendangkalan karna proses sedimentasi, sampah dan segala macam,” kata Yudis.

Terkait persoalan ini diharapkan pemerintah kota samarinda menjadikan penanganan banjir sebagai fokus utama pembangunan, agar bisa meminimalisir bencana banjir yang terus menghantui Kota Samarinda.

Sementara itu Yudis menuturkan, pemerintah diharapkan bisa lebih mengevaluasi kembali aturan-aturan soal pembangunan. Terutama terkait Amdal maupun IMB yang menjadi salah satu kunci bagi pemerintah untuk menjaga lahan-lahan rawa agar tidak beralih fungsi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00