• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Hindari Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, PLN Imbau Warga Bali Lebih Bijak

17 January
16:29 2020
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Masyarakat diharapkan dapat melakukan pemasangan instalasi listrik dengan alat-alat berkelas SNI (Standar Nasional Indonesia), sebagai salah satu upaya mengantisipasi terjadinya korsleting listrik terutama pada musim penghujan saat ini.

Di awal 2020, beberapa kejadian kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Hal tersebut patut diantisipasi oleh semua pihak termasuk warga, agar jangan sampai terjadi kejadian serupa.

Manager Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya saat dikonfirmasi RRI mengatakan, kebakaran kerap kali terjadi lantaran banyak pemakaian instalasi listrik yang tidak menggunakan alat-alat berstandar SNI. Kadang-kadang masyarakat lebih tergiur dengan alat-alat harga murah tanpa memperhatikan kualitas dan keamanannya.

Selain itu, adanya kebiasaan masyarakat yang suka coba-coba memasang instalasi listrik mandiri tanpa didampingi petugas yang berkompeten, turut memicu terjadinya korsleting listrik.

“Masyarakat itu suka pasang-oasang listrik sendiri, jika sambungannya gak bener ada longgar aja sedikit itu menimbulkan percikan api, inilah memicu terjadi kebakaran,” jelasnya kepada RRI di Denpasar, Jumat (17/1/2020).

Made Arya juga menjelaskan, kebakaran bisa disebabkan lantaran cara pemakaian listrik yang tidak aman. Contohnys, pemakaian stop kontak atau steker listrik bertumpuk-tumpuk melebihi 3 (tiga) colokan kabel. Jika hal tersebut dibiarkan dalam jangka yang lama, kemungkinan akan menyebabkan panas dan meleleh.

“Kesalahan dalam pemakaian listrik ini juga tinggi memicu kebakaran. Jika bepergian atau keluar rumah, colokan itu harus dicabut selesai digunakan agar tidak panas dan meleleh sehingga berakibat kebakaran," jelasnya. 

  • Tentang Penulis

    Ida Ayu Frischa Mahayani

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Miechell Octovy Koagouw

    Miechell Octovy Koagouw Editor RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00