• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menaker RI : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Harus Jadi Fokus Perusahaan

17 January
17:44 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI, Ida Fauziyah meminta perusahaan-perusahaan agar terus meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Ida mengingatkan masalah K3, tidak hanya diingat dan dibahas saat terjadi kasus kecelakaan atau musibah di tempat kerja. Hal tersebut diungkapkan Ida Fauziyah saat melakukan kunjungan kerja ke kantor besar PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Jalan Yos Sudarso, Mekar Sari, Balikpapan Tengah, Prapatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (17/01/2020).

"Jangan sampai problem K3 baru mendapat perhatian saat korban berjatuhan. Jangan sampai kita baru peduli soal K3 ketika ada gugatan dari masyarakat atau keluarga korban, " ungkap Ida dalam keterangan resmi yang di terima RRI.

Ida menegaskan, menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan inovasi, otomatisasi, internet of things, artificial intelligence dan fleksibiltas pola kerja, perusahaan  harus dapat melakukan upaya konkret terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing agar budaya K3 berbasis teknologi informasi.

"Perkembangan teknologi informasi mengharuskan kita melakukam terobosan dengan inovasi-inovasi baru dalam menterjemahkan K3. Kita juga butuh SDM kompeten dan saya lihat Pertamina menjawabnya dengan meningkatkan SDM pengelola K3," ujarnya.

Ida juga menyebut kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril, dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan ketenagakerjaan (IPK).

"Saya kira Pertamina termasuk perusahaan yang dipacu untuk terus meningkatkan produktivitasnya. Mudah-mudahan menjadi perusahaan nasional berkelas dunia dan menjadi energi tersendiri bagi pembangunan nasional," ungkap Ida Fauziah.

Menaker berharap agar K3 tidak dianggap sebagai penghambat investasi melainkan menjaga investasi. Sebab pelaksanaan K3 menyangkut nyawa dan kesehatan manusia serta keberlangsungan perusahaan. Sehingga diharapkan dapat menjadi prioritas dan budaya, bukan karena tuntutan Undang-Undang.

Menaker juga mengingatkan, Pertamina RU V sebagai bagian perusahaan BUMN yang memiliki potensi bahaya tinggi, ikut mendorong dan memotivasi perusahaan lain di sekitarnya agar pelaksanaan K3 dapat berjalan secara efisien dan efektif.

"Saya harap semua pihak di Pertamina Balikpapan melakukan upaya konkret pelaksanaan K3, dengan lompatan inovasi dan Pertamina diharapkan menjadi bagian penting men-support bagaimana peningkatan produktivitas tenaga kerja, " katanya.

Dalam kunker ke Pertamina Balikpapan, Menaker Ida didampingi Anggota Komisi IX DPR RI Anggi Ermani, Plt. Dirjen Binwasnaker & K3 Iswandi Hari, Direktur PNK3 Razmahadi dan Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah HM Yadi Robyan Noor.

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00