• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Bencana Ekologi Mengintai Bangka Belitung

17 January
17:43 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pangkalpinang : Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat 1 juta hektar lahan rusak dan dalam kondisi kritis, akibat aktivitas pertambangan.

Kerusakan lahan yang setiap tahun bertambah tersebut, tentunya dampak dari lemahnya pengawasan dan penegakkan hukum terhadap tambang illegal, yang menjarah sejumlah kawasan, baik mangrove, daerah aliran sungai maupun kawasan konservasi, seperti Bukit Maras, Belinyu dan Menumbing, Muntok Bangka Barat.

Menurut Ketua Walhi Babel Jessix Amundian, dengan kondisi itu, terjadinya perubahan tentang alam yang terjadi di Babel, dimana sekarang ini harus dihadapkan dengan bencana ekologi, dan darurat ekologis ini menyebabkan rawannya bencana alam, ketika musim panas terjadi kekeringan dan musim hujan mudah terjadinya banjir.

Bagaimana kemudian Pemprov Babel bisa meminta tanggung jawabnya terhadap perusahaan, CSR untuk menjalankan kewajibannya, dengan aktivitas, begitu pun dengan upaya penegakkan hukum yang selama ini kami melihat adanya pembiaran terkait maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang mengancam kawasan hutan lindung, konservasi, pesisir, termasuk juga ke ruang tangkapan nelayan yang menjadi sumber penghidupan nelayan,” tegas Jessix, Jumat (17/1/2020).

Lemahnya penegakkan hukum untuk melakukan upaya penertiban, dikatakan Jessix, berdampak pada lingkungan hidup di Babel. Untuk itu, dengan kondisi yang ada sekarang ini, pemerintah harus tegas dalam upaya pemulihan, mewajibkan bagi pelaku tambang untuk melakukan konservasi atau penghijauan dalam upaya penyelamatan kembali hutan.

Kegiatan pertambangan yang illegal ini, kata Jessix, tidak hanya terhadap kerusakan lingkungan, tetapi selama 2019 hingga Januari 2020, tercatat 26 korban meninggal dampak dari aktivitas tambang yang tidak mempertimbangkan keselamatan kerja para pekerjanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00