• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Budayawan UGM : Fenomena Kerajaan Abal-Abal Bukan Barang Baru

17 January
18:01 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Budayawan Bayu Dardias Kurniadi mengatakan, kemunculan berbagai macam kerajaan di Indonesia bukan lah barang baru, dan tidak hanya terjadi di Pulau Jawa. Dosen Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) ini menilai, motifasi mereka cenderung mencari keuntungan pribadi.

"Bukan fenomena baru, banyak raja jadi-jadian. Bukan juga Jawa sentris. Melihat fenomena ini setelah reformasi, mereka mencari keuntungan pribadi, untuk itu mereka ciptakan cerita lakon, struktur, kepercayaan kepada orang, sehingga mereka yang percaya mau menyerahkan apa saja. Karakter mirip, seperti di Demag, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Papua. Membikin semacam iuran, lalu menjanjikan dana, atau ujung-ujung cerita untuk pengambilan dana dari anggotanya, pasti akan begitu pada akhirnya," ungkap Bayu pada Pro3 RRI, Jumat (17/1/2020).

Biasanya untuk mempengaruhi kata Bayu, akan diciptakan cerita masa lalu, serta memberikan penghargaan pada pengikut yang loyalitas berupa kepangkatan. 

"Justru dari situ ada setorannya. Semakin loyal semakin tinggi pangkat. Biasanya derajat pangkat bentuknya berupa bintang dan renteng di dada," Ujarnya.

Sehingga, banyak ditemui para pengikut tersebut berkostum seperti militer. "Sebab pangkat modelnya memang pantas di kostum militer, masak pakai sarung. Itu lah yang paling pas memakai pangkat," pungkasnya. Ilustrasi mahkota kerajaan.

(Foto : Shutterstock)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00