• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Sebelum WTP, Helmy Yahya : 200 Kamera dan 200 Laptop TVRI Hilang

17 January
18:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Helmy Yahya tak gentar dalam memberikan sejumlah keterangan di dalam kasus pemecatannya, yang dilakukan empat dari lima anggota Dewan Pengawas LPP TVRI. Apalagi, TVRI telah mengantongi status laporan pemeriksaan keuangan 2018 dengan Wajar Tanpa Perkecualian (WTP) yang diterima tahun 2019 dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI.

Helmy Yahya telah diberhentikan empat anggota Dewas LPP TVRI, pada Kamis (16/1/2020) kemarin. Ada satu anggota Dewas TVRI memberikan pernyataan bertentangan dari keputusan pemecatan Direktur Utama lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini.

"Ini luar biasa, pertama kalinya TVRI menerima WTP. Saya ini auditor, saya ini lulusan STAN, dua direksi TVRI anggota BPKP. Kalau, BPK sudah memberikan WTP, itu artinya, pengelolaannya, sudah memenuhi aturan yang berlaku," tegas Helmy saat konferensi pers bersama jajaran Direksi LPP TVRI di Restauran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Dua direksi TVRI anggota BPKP itu adalah Direktur Keuangan LPP TVRI Isman Hermanto dan Direktur Umum LPP TVRI, Tumpak Pasaribu. Helmy mencatat, pemberian WTP BPK untuk TVRI itu juga menunjukkan sistem pengendalian sudah memadai.

"Ketaatan terhadap peraturan peraturan, terutama akuntasi pemerintah, itu juga sudah diakui (BPK, red), sudah memadai. Enggak gampang itu mendapat WTP, dan menurut kami, itu suatu pencapaian," ujar dia.

Sederet usaha Helmy bersama lima direksi TVRI lainnya juga tidak begitu saja langsung didapat. Sebab, dari pengakuannya, TVRI pada tahun 2018 dari pemeriksaan BPK tahun 2017, hanya mendapat predikat Wajar Dengan Tidak (WDT). Itu, dengan catatan tiga kali disclaimer BPK dari tiga tahun sebelum Helmy menjabat, per 20 November 2017.

TVRI setelah menerima WTP tahun 2019, kata Helmy, membuat banyak stakeholder mulai percaya. Baginya, tidak mungkin kepercayaan itu didapat TVRI jika masih bermasalah terkait pengelolaan keuangannya.

"Dan bukan itu saja. Kami juga, Anda bayangkan, ada 200 laptop hilang, 200 kamera hilang, tiba tiba dalam dua tahun, ini dari kerja keras Direktur Umum (Tumpak Pasaribu), kami juga mendapatkan BMN (Penghargaan Penguasaan Bararang Milik Negara) Award, ya. Itu, pengelolaan terbaik untuk aset negara," ungkap Helmy.

Helmy mengungkap sejumlah fakta yang terjadi di dalam LPP TVRI di awal konferensi pers. Dia menyebutkan, saat dia mulai bekerja tahun 2017, kamera dan laptop dengan jumlah sama, yaitu 200 unit telah hilang. Semua barang elektronik itu adalah aset negara yang merupakan tanggung jawab pengelola oleh TVRI.

Helmy bersama jajaran direksinya memutar otak, dan mulai memberikan konsep terdepan terkait perbaikan TVRI. Transformasi TVRI dimulai dari perlengkapan produksi.

"Sekarang, semua kamera TVRI paling tercanggih dari semua stasiun TV yang ada di Indonesia. Beberapa kali acara kenegaraan, TVRI mendapat kepercayaan untuk siaran, kami juga sudah pakai hidrolik, studio kami juga sudah pakai LED," tegas Helmy.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00