• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Firli Bahuri Sudah Tanda Tangani Surat Pencarian Harun Masiku

17 January
20:32 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Firli Bahuri selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sudah menandatangani terkait kerjsama permintaan bantuan pencarian tersangka Harus Masiku dengan aparat penegak hukum.

"Sampai hari ini penyidik tetap melakukan pencarian dan berupaya untuk melakukan penangkapan terhadap salah satu tersangka yang sampai hari ini melarikan diri atau kita cari keberadaannya, tadi saya sudah tanda tangani terkait dengan permintaan bantuan pencarian dengan aparat penegak hukum," ungkap Firli di Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (17/1/2020).

Firli juga meyakini bahwa tersangka kasus korupsi akan balik ke Indonesia, menurutnya kasus korupsi berbeda dengan kasus pembunuhan.

"Kedua sebagaimana pengalaman selama ini yang kami alami, saya kan juga pernag menjadi deputi KPK setahun empat bulan dua belas hari, ada yang kabur ke luar negeri itu pasti balik, karena apa? karena pelaku koruptor berbeda dengan pelaku pembunuhan yang siap tidur di hutan, beda juga dengan pelaku teror, tapi kalo korupsi akan berapa uang yang ia bawa pasti akan kembali ke Indonesia," ungkap Firli Bahuri.

Maka dari itu, dirinya pun sudah menandatangani surat permintaan bantuan untuk mencari Harun Masiku ke kepolisian. KPK, kata Firli, juga meminta bantuan diplomatik untuk bisa segera memulangkan Harun Masiku yang disinyalir masih di Singapura.

"Tinggal kita meminta bantuan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian republik Indonesia karena memang mereka punya jejaring kita juga meminta meminta bantuan dengan jalur-jalur diplomatik untuk mencari keberadaan tersangka yang kita cari," tuturnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih tahun 2019-2024.

Selain Wahyu, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni sebagai penerima. Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu yang juga orang kepercayaan Wahyu, yakni Agustiani Tio Fridelina, dan sebagai pihak pemberi mantan Caleg dari PDIP Harun Masiku dan pihak swasta Saeful.

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada caleg PDIP Harun Masiku sebesar Rp 900 juta, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00