• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Perkuat Literasi, Tameng Hindari Pengaruh Kerajaan Palsu

17 January
21:25 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Budayawan dari Universitas Negeri Malang Djoko Saryono menyebut, masyarakat dapat mengantisipasi menjadi pengikut fenomena kerajaan palsu dengan memperkuat literasi.

"Masyarakat harusnya memiliki sikap kritsi untuk menumbuhkembangkan kemampuan berfikir yang lebih bagus. Kritis yang lebih bertanggung jawab, ceck and ricek," ungkap Djoko kepada Pro3 RRI Jumat (17/1/2020).

Di samping itu, masyarakat seyogyanya juga diberikan ruang yang luas untuk menambah kemampuan menganalisa. Hal itu terwujud jika masyarakat mengedepankan dialog.

"Tingkat literasi masyaraklat kita harus dikuatkan. Berikan kesempatan merenungkan hal-hal untuk menganalisis, mengedepankan dialog," ungkapnya.

Sebab, Djoko sebelumnya menjelaskan, fenomena munculnya kerajaan ini memang karena menandakan terjadinya kegagapan, kebingungan dan kepanikan terhadap sosial dan budaya masyarakat di tengah perubahan jaman yang begitu kencang.

"Di luar urusan tipu menipu, di dalam sosiokulturan menggambarkan tiga hal, kegagapan, kebingungan kepanikan, sebagian masyarakat terhadap perubahan yang melaju kencang, di luar kemampuan adaptasi terhadap mengikuti perubahan itu," ungkap Djoko Saryono.

"Gambaran di tengah kepanikan menguatnya politik identitas. Sehingga masyarakat cemas kehilangan identitas. Lalu dibangun kembali oleh kebesaran masa lalu," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00