• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Timur Tengah Memanas, Begini Kata Yenny Wahid

17 January
21:50 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Timur Tengah masih memanas pasca-pembalasan kematian Komandan Pasukan Quds Iran, Mayor Jenderal Soleimani yang dibunuh atas perintah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pembalasan Iran telah dilakukan dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak, Selasa (7/1/2020) Waktu Irak.

Putri Presiden ke-4 RI, Yenny Wahid angkat bicara terkait konfliki Timur Tengah terhadap Negara Indonesia. Termasuk sudah adanya prediksi dari berbagai peneliti mengenai Perang Dunia III bakal pecah dari konflik AS-Iran ini.

Baca juga : Konflik Iran-Amerika Serikat Makin Membara

“Ketika ada instabilitas geopolitis, pasti ada pengaruh. Salah satunya pengaruh kepada ekonomi. Ekonomi dunia sedang mengalami resesi, ini tentu akan semakin terpengaruh lagi (Indonesia, red),” kata Yenny kepada rri.co.id saat ditemui di Kemenko Polhukam, Kamis (16/1/2020).

Dia mengakui pula sudah adanya treat war yang memicu ketegangan politik.

“Ya, tentu pengaruh. Minimal, apalagi sudah ada sampai distrupsi pasokan energi minyak,” terangnya.

Baca juga : Presiden Iran: Kehadiran Militer AS Penyebab Ketegangan Timur Tengah

Sebagai contoh, dia mengatakan apabila Selat Horus yang merupakan salah satu pusat perdagangan minyak dunia turut dikacaukan, atau terganggu akibat perang yang berkecamuk di sana.

“Sudah jelas itu. Seperti kita ini akan kena imbas. Karena apa? Kita masih impor banyak minyak dari luar negeri,” ucap Yenny.

Yenny kembali memberikan contoh persoalan dunia berpengaruh terhadap kondisi Indonesia.

“Ketika supply minyak terhambat, akan ada kenaikan harga minyak. Harga BBM naik, harga-harga barang naik. Pasti ada efek semuanya ke masyarakat,” kata Yenny.

Sementara, pemerintah Indonesia telah merencanakan pada semester dua ini untuk menarik subsidi gas melon (Elpiji) 3 Kg. Yenny mengaku belum mengetahui kebijakan pemerintah tersebut.

Baca juga : Mahfud MD : Aksi AS Serang Mayjen Soleimani Hingga Tewas Perbuatan Brutal

Selain itu, kebijakan pemerintah lainnya juga telah menaikkan harga atau iuran yang menjadi beban masyarakat. Yenny tak menampik pengaruh resesi dunia telah masuk ke Indonesia dengan berbagai kenaikan harga barang kebutuhan.

“Jelas kita sangat terpengaruh atas resesi dunia. Bahwa kemudian tingkat pertumbuhan ekonomi kita masih di atas 5%, itu menunjukkan Indonesia ini masih luar biasa dalam pandangan saya. Karena negara lain, bahkan enggak bisa di atas 2%. Pengaruhnya sudah kita rasakan sekali, resesi itu,” kata Yenny.

Properti Lesu

Menurut dia, saat ini masyarakat Indonesia banyak menahan diri dalam menggunakan uang. Sebab, dia melihat juga contoh di industri property yang berangsur lesu.

“Jadi, banyak pengembang pengembang besar samai kecil, itu juga mulai gulung tikar. Itu jelas, sudah kelihatan tuh,” terang Yenny.

Dampak lain

Yenny juga mengingatkan, bilamana terjadi disrupsi AS-Iran, tak hanya soal energi yang bakal menjadi masalah Indonesia.

“Pasokan barang terganggu, pergerakan manusia juga terganggu. Kan, kita jadi mikir kalau mau ke luar negeri. Kalau pesawat saya lewat daerah ketegangan ini, kayak kemarin pesawat Ukraina jatuh (di Iran, red) jangan-jangan, kena tembak. Ini saja sudah banyak berimbas di sana,” ujar Yenny.

Termasuk juga, kata dia, bagi para Jemaah umrah yang menjadi pilihan masyarakat Indonesia memilih destinasi ke luar negeri. Mereka bakal memikirkan rute penerbangan dan pasti ingin mengindari jalur udara konflik di Timur Tengah.

Kan, pasti harus lebih hati-hati. Lewat sana gak nih pesawat saya ? Kalau mau pergi haji, kan biasanya orang Indonesia gitu. Kalau mau sekolah ke luar negeri, bisa terganggu. Contoh kecil kecil lainnya,” ucap Yenny.

Baca juga : Pesawat Boeing 737 Ukraina Hancur Usai Lepas Landas di Teheran

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00