• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

BPS : Aceh Masuk Peringkat Tujuh Nasional Penurunan Angka Kemiskinan

17 January
22:39 2020
1 Votes (5)

KBRN, Banda Aceh : Provinsi Aceh kembali mencatat prestasi yaitu turunnya angka kemiskinan yang secara nasional tercatat berada pada peringkat ke-7. Artinya, sekitar sembilan ribu lebih masyarakat Aceh keluar dari kategori masyarakat miskin.

Pusat Statistik (BPS) Aceh melalui rilis terbarunya, Rabu, 15 Januari 2020, mencatat capaian penting terkait dengan upaya Pemerintah Aceh, yakni keberhasilannya menempati peringkat ke-7 nasional, sebagai daerah berkinerja baik dalam penurunan angka kemiskinan.

Kepala BPS Aceh, Wahyudin menyampaikan, presentase penduduk miskin di Aceh pada September 2019 sebesar 15,01 persen, atau turun 0,31 poin dibandingkan Maret 2019 yang ada di angka 15,32 persen.

"Sementara, jika dibandingkan September 2018, turun 0,67 poin, ke angka 15,68 persen," kata Wahyudin.

Sementara itu Kepala Bappeda Aceh, Helvizar Ibrahim mengatakan, faktor penurunan angka kemiskinan Aceh sebesar 0,31 persen itu, disebabkan antara lain, realisasi dana APBA yang mencapai di atas 90 persen dari pagunya Rp 17 triliun. Selain itu, kemiskinan Aceh turun akibat realisasi Dana Desa yang mencapai 99,9 persen dari pagu Rp 4,9 triliun, serta berbagai sumber pembiayaan pembangunan lainnya.

Hingga akhir tahun lalu, perputaran uang di desa lewat pembangunan melalui anggaran dana desa tahap III masih berlangsung.

"Sampai akhir tahun ini, kegiatan pembangunan di desa, dengan adanya dana desa itu masih berjalan," kata Helvizar yang didampingi Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani, di Banda Aceh, Jumat (17/1/2020).

Helvizar menyebutkan, dengan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan penanganan kemiskinan dan pengangguran yang akan berlangsung tahun ini (2020), Pemerintah Aceh sangat optimis angka kemskinan Maret 2020 nanti akan turun lagi, melebihi 0,2 persen. Alasannya, banyak program yang akan dilaksanakan pada awal tahun ini dari sumber APBA, APBN, APBK dan Dana Desa.

“Kita upayakan penarikan dana desa tahap I sebesar 20 persen, dari pagunya Rp 5,04 triliun itu, bisa dilaksanakan pada pekan ketiga atau keempat Januari 2020 ini, sehingga kegiatan pembangunan di desa terus bergulir tanpa ada jeda,” pungkas Hervizar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00