• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Tren Prodi Agama Menurun, Menag Akan Tambahkan IT dan Bahasa Asing

17 January
22:50 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Agama Fachrul Razi berniat menambah mata kuliah pada program studi (prodi) bidang keagamaan. Hal ini dilihat menurut analisa Kemenag saat penerimaan calon mahasiswa baru.

Fakta di lapangan menunjukkan, tren minat mahasiswa pada prodi-prodi Agama menurun. Menurut analisa Kemenag, calon mahasiswa yang ingin masuk prodi Agama, melihat senior mereka kesulitan mendapat kerja di bidangnya.

"Sehingga prodi-prodi Agama ini kita tambahkan dengan pelajaran tertentu, misalnya IT dengan tingkat yang tinggi. Kemudian tambahkan bahasa juga seperti bahasa Jepang dan China," ujar Menag saat membuka Rapat Koordinasi Kebijakan Pengawasan di Jakarta. Jumat, (17/1). 

"Mungkin akan kami buat, mungkin ya, masih kami diskusikan, perbandingan agama dan komunikasi internasional, nah mungkin seperti itu. Belum kita putuskan. Tapi kita sepakat supaya ada perbaikan, agar kita lebih bisa bersaing dalam lapangan kerja," sambungnya. 

Upaya ini dilakukan demi menciptakan SDM yang unggul nantinya. Menag ingin menyiapkan materi-materi pembelajaran yang mumpuni, agar para lulusan di bawah Kementerian Agama bisa bersaing memenangkan tuntutan kerja di lapangan. Menag juga ingin mengedepankan kemampuan bahasa asing, agar siap bersaing di dunia kerja. 

"Sedang dalam proses, tapi di banyak tempat sudah dijalankan. Waktu saya dan Pak Jokowi ke Kendal, sudah jalan bahasa cina," tuturnya. 


Salah satu program prioritas Kemenag 2019-2020 adalah pembenahan pendidikan keagamaan lewat pembenahan kurikulum keagamaan, revisi buku ajar untuk penguatan paham moderat dan pengarusutamaan paham moderat bagi guru, dosen dan tenaga kependidikan.

"Pertemuan ini juga dapat dijadikan media curah pendapat dan feed back perbaikan kinerja pengawasan Kementerian Agama di masa sekarang dan yang akan datang," kata Menag. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00