• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Santunan Ibu Hamil di Lhokseumawe Dibatasi Hingga Kehamilan Kedua

18 January
11:29 2020
0 Votes (0)

KBRN, Lhokseumawe: Koordinator program dana bantuan keluarga prasejahtera Program Keluarga Harapan (PKH) Kementrian Sosial (Kemensos) Wilayah Kota Lhokseumawe, Azwar, kepada RRI, menjelaskan, pada tahun 2020 ini, skema kucuran bantuan dana PKH dari Pemerintah mengalami beberapa perubahan dibanding tahun 2019.

Perubahan itu akan terjadi pada penyaluran bantuan santunan kepada Ibu Hamil yang masuk sebagai penerima atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dimana santunan dana PKH khusus untuk Ibu Hamil, Pemerintah hanya akan memberikan sampai kehamilan ke dua. 

"Artinya, jika ada ibu hamil pertama dan hamil ke dua, masih diberikan bantuan. Jika si ibu hamil ke tiga, maka si ibu tersebut tidak akan mendapat dana santunan lagi", terang Azwar, kepada RRI, Sabtu (18/1/2020), menanggapi pemasangan label berupa sticker di rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Menurutnya pula, label penerima PKH itu tujuannya sebagai bentuk transparansi penyaluran dana serta tepat sasaran.

Sebagai informasi, ke depan pemasangan label seperti itu juga akan diberlakukan juga bagi seluruh penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hal ini sudah disepakati bersama oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Fakir Miskin, Kemensos RI.

Kembali soal pembatasan dana santunan Ibu Hamil, lanjut Azwar, ibu hamil, ibu nifas, balita, anak pra sekolah, dan anak sekolah, masuk dalam kategori penerima dana PKH keluarga miskin. 

Besaran dana santunan Ibu Hamil mencapai Rp 600 ribu pertiga bulan sekali. Dicairkan setiap Januari, Maret, dan Bulan Oktober. 

"Namun sekarang ada kebijakan baru, santunan hanya diberikan sampai kehamilan kedua. Jika hamil lagi maka tidak diberikan santunan khusus ibu hamil, tetapi tetap diberikan bantuan untuk balitanya. Bantuan anak sekolah tetap dia terima jika anaknya sudah sekolah, begitu pengertiannya", tegas Azwar.

(ket.foto: Ilustrasi Ibu Hamil google.com)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00