• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Pernik Khas Imlek, Gantungan Tikus dan Mainan Barongsai Laris Manis

25 January
21:20 2020
4 Votes (3.8)

KBRN, Jakarta: Pernak-pernik khas Imlek ramai dibeli di sekitar Pasar Glodok, Jakarta Barat sepanjang perayaan Tahun Baru Cina 2571, Sabtu (25/1/2020).

Gantungan berbentuk tikus merupakan salah satu pernik khas Imlek yang laris dibeli oleh warga keturunan Tionghoa maupun warga biasa yang kebetulan mampir atau sengaja datang ke sana.

Imlek tahun ini diketahui memiliki simbol tikus logam, maka tak heran gantungan atau pernik lainnya berbentuk binatang pengerat ini.

Lila, salah satu warga Jakarta yang tinggal di sekitar Petojo, Jakarta Pusat sengaja mampir ke Pasar Glodok untuk melihat berbagai suvenir berbentuk tikus logam yang dijual di sana.

Meski dirinya Muslim dan tak merayakan Imlek namun ia mengaku senang dengan suasana tahun baru Cina. Ia gemar mampir ke Pasar Glodok setiap Imlek untuk melihat pernik atau suvenir khas yang simbolnya berganti setiap tahunnya.

”Ke sini memang sengaja sih mau lihat gantungan, baju atau boneka yang biasanya bentuk atau gambarnya sesuai simbol Imlek,” ucapnya kepada RRI.

Ia membeli gantungan berbentuk tikus yang mengenakan baju cheongsam dengan ekspresi wajah jenaka. Dirinya bahkan membeli lebih dari satu untuk suaminya.

”Saya beli dua, lucu banget. Harganya tadinya satu Rp10.000, mahal. Saya tawar saja jadi Rp15.000 dapat dua. Satunya buat gantungan kunci motor suami saya,” katanya sambil tertawa.

Selain gantungan, boneka, kaos hingga miniatur emas berbentuk dan bergambar tikus logam, pernik khaa Imlek lainnya yang laku dibeli warga adalah mainan barongsai.

Salah satu pembeli, Ibu Tjia warga Petak Sembilan, Jakarta Barat mengaku membelikan mainan barongsai untuk cucunya. Ia menyempatkan mampir ke Pasar Glodok usai beribadah Imlek di vihara dekat lokasi tersebut.

”Habis ibadah sama suami ajak cucu, mampir ke sini. Beli jeruk ama bapao saya sih. Terus liat mainan barongsai, si Bo Pho (cucu) kepingin. Murah Rp20.000 matanya ada lampu, bisa nyala,” tuturnya. 

Sementara itu, Arif, pedagang pernak-pernik khas Imlek mengaku dagangannya laris manis sejak sepekan sebelum Imlek. Ia mengatakan setiap harinya bisa habis lebih dari dua lusin gantungan dalam setengah hari.

”Laris sih, banyak saja yang beli. Setiap hari pasti re-stock jenis gantungan atau kaos Imlek tertentu. Soalnya saya cuma bawa 20 atau 40 biji. Alhamdulillah rezeki juga buat saya,” ungkapnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00