• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Mantan Pilot Kobe Bryant Ragu Jika Mesin Helikopter Diklaim Bermasalah

27 January
11:56 2020
0 Votes (0)

KBRN, Los Angeles : Mantan pilot pribadi Kobe Bryant, yaitu Kurt Deetz mengatakan, bahwa ia biasa menerbangkan Bryant dengan helikopter yang sama seperti yang jatuh dan menewaskan Bryant dan putrinya Gianna. Heli S-76B Sikorsky dianggap aman, bahkan Deetz menyamakan helikopter sersebut dengan mobil mewah yang sangat luar biasa digunakan.

Deetz mengatakan, kondisi berkabut di area kecelakaan pada Minggu kemarin, mungkin merupakan penyebab tragedi itu. Tapi jika ada yang mengatakan akibat gagal mesin, ia meragukan hal tersebut.

"Kemungkinan kegagalan mesin kembar menjadi bencana pada pesawat itu, tidak mungkin terjadi," ucap Deetz kepada Los Angeles Times, seperti dilansir The Guardian, Senin (27/1/2020).

Seolah sama dengan pernyataan Deetz, Departemen Kepolisian Los Angeles (Los Angeles Police Department-LAPD) mengatakan kondisi cuaca pada Minggu pagi kemarin tidak memenuhi standar minimum untuk terbang.

BACA JUGA: Kobe Bryant : Obama, Trump dan Bill Clinton Sampaikan Ucapan Duka

Seorang juru bicara Departemen Kepolisian Los Angeles, Josh Rubenstein, mengatakan kepada LA Times bahwa mereka telah mendaratkan helikopternya pada Minggu pagi karena kabut. Mereka tidak terbang sampai sore.

"Situasi cuaca tidak memenuhi standar minimum kami untuk terbang," kata Rubenstein.

Sementara itu, pihak berwenang mengatakan mungkin perlu beberapa hari untuk menyelesaikan evakuasi dan otopsi sembilan korban kecelakaan helikopter pribadi Kobe Bryant.

BACA JUGA: Kobe Bryant : Darah Olahraga Los Angeles, Inspirasi Mamba Generation

Dr Jonathan Lucas, kepala pemeriksa kesehatan Los Angeles, mengatakan kepada media bahwa timnya bekerja secara menyeluruh, cepat dan dengan belas kasihan sepenuhnya.

"Hari ini, departemen kami memiliki banyak anggota tim respons operasi khusus di lokasi. Upaya pemulihan kami dimulai hari ini tetapi  mengingat medan dan kondisi, kami berharap ini mungkin akan memakan waktu setidaknya beberapa hari, untuk menyelesaikan pemulihan. Prioritas kami adalah menyelesaikannya secepat mungkin," sambung Lucas.

Lucas mengutarakan, pihaknya terus fokus pada mengidentifikasi para korban dan memberi tahu keluarga mereka. 

BACA JUGA: Fantastis! Ini Harga Helikopter Sikorsky yang Jatuh Milik Kobe Bryant

"Semua itu akan kita lakukan secepat mungkin," ujar Lucas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kobe Bryant, salah satu legenda NBA dan pemain bola basket terbaik sepanjang masa dari Amerika Serikat (AS), tewas dalam kecelakaan helikopter. Dia meninggal dunia dalam usia 41 tahun.

Bryant berada di dalam helikopter S-76 Sikorsky yang membawanya bersama delapan orang lainnya, termasuk putrinya yang berusia 13 tahun, Giana.

BACA JUGA: Kobe Bryant, Kejayaan dan Loyalitas 20 Tahun Bersama LA Lakers

Helikopter yang ditumpangi Bryant jatuh pada pukul 10 pagi waktu setempat di dekat Calabasas, 30 mil di barat laut pusat kota Los Angeles, akibat cuaca yang berkabut.

Kecelakaan itu memicu kebakaran yang sangat hebat, sehingga sulit bagi kru penyelamat untuk mendekati lokasi. Dipastikan tidak ada satupun yang selamat dari tragedi tersebut.

Helikopter tersebut kerap ditumpangi Bryant sepanjang hidupnya apabila lalu lintas Los Angeles sedang padat.

"Kami menerima telepon sebelum jam 10 pagi ini dari sebuah pesawat di daerah Malibu, langsung dari Las Vergenes, pada dasarnya Calabasas," kata Tony Imbrenda dari pemadam kebakaran wilayah Los Angeles, kepada wartawan di tempat kejadian, seperti dilansir The Guardian, Senin (27/1/2020). 

BACA JUGA: Kobe Bryant Fans Rossonero, AC Milan : "Kamu Akan Selalu Dirindukan, Kobe"

Beberapa saksi mata yang sedang bersepeda gunung pagi ini mengatakan, mereka melihat sebuah helikopter sedang bermasalah di udara dan akhirnya turun ke lereng sebuah bukit. Tak ada yang menyangka itu adalah sebuah helikopter yang ditumpangi idola mereka sendiri, Kobe Bryant.

Atas tragedi kecelakaan helikopter S-76 Sikorsky yang ditumpangi Bryant, Administrasi Penerbangan Federal dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional mengatakan mereka akan menyelidiki kecelakaan itu. (Foto: AFP via Getty Images/David McNew)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00