• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Cak Imin Menampik Adanya Aliran Dana di Elit PKB Dalam Kasus PUPR Anggaran 2016

29 January
15:09 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hong Arta John Alfred dalam kasus suap proyek di Kementrian Pekerjaan Umum dam Perumahan Rakyat (PUPR).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri saat ditanya wartawan di Jakarta mengatakan Muhaimin rencananya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA (Hong Artha John Alfred). 

"Muhaimin Iskandar (Anggota DPR-RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka HA (Hong Arta)” kata Ali Fikri di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Muhaimin Iskandar selesai jalani penyelidikan KPK pada pukil 14.33 Wib. Cak Imin juga mengkonfirmasi bahwa pemanggilan dirinya sebagai saksi untuk tersangka Hong Artha.

"Saya datang untuk memenuhi panggilan sebagai saksi dari Hong Artha, mestinya diagendakan besok, tapi karena besok saya ada acara saya minta maju dan alhamdullilah selesai semuanya, sudah saya berikan penjelasan ya selesai," ungkap Muhaimin saat meninggalkan gedung KPK.

Muhaimin juga menampik soal penyataan mantan politikus PKB Musa Zainuddin yamg menyatakan adanya aliran dana yang mengalir sampai ke elit PKB.

"Tidak benar," ungkap Muhaimin.

Sebelumnya, surat permohonan justice collaborator bekas politikus Partai Kebangkitan Bangsa Musa Zainuddin itu berada di meja pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada akhir Juli 2019. Surat itu terdiri dari empat lembar dengan tulisan yang diketik, surat itu menjelaskan dugaan keterlibatan elite PKB dalam kasus suap PUPR ,dalam proyek infrastruktur di Maluku dan Maluku Utara pada 2016.

Cak Imin terlihat didampingi sejumlah teman dan sahabat. Diantaranya mamtan Menaker Hanif Dhakiri hingga mantan Mendes PDTT Eko Putro Sanjojo. Namun kedua mantan menteri itu hanya mengantar hingga lobi KPK. 

Kasus ini awalnya diungkap pada saat KPK menangkap tangan Damayanti Wisnu Putranti, yang saat itu masih menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP.Damayanti diduga menerima suap terkait pengerjaan proyek jalan yang ditangani Kementerian PUPR.

KPK kemudian mengembangkan kasus ini, hingga saat ini sudah ada 12 orang tersangka yang diduga  terlibat dalam kasus ini, termasuk diantaranya pengusaha Hong Arta John Alfred.

Yang bersangkutan (Hong Arta John Alfred) diketahui merupakan Direktur dan Komisaris PT SR (PT Sharleen Raya JECO Group). Hong diduga memberi suap kepada mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) Wilayah IX Amran Mustary dan Damayanti.

KPK menduga Hong Arta memberi suap Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar kepada Amran. Hing juga diduga memberi suap serta Rp 1 miliar kepada Damayanti Wisnu Putranti.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00