• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Presiden Jokowi : Dana PKH Buat Tambah Gizi Keluarga, Jangan Dibelikan Pulsa

29 January
17:59 2020
1 Votes (3)

KBRN, Cimahi : Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada keluarga penerima manfaat bantuan sosial dalam Program Keluarga Harapan, dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk kepentingan yang sudah ditetapkan. 

Demikian Presiden Jokowi mengawali pengarahannya saat memantau langsung penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Lapangan Rajawali Jalan Gatot Subroto Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020).

Presiden berharap agar bantuan tersebut diupayakan disalurkan tepat waktu sebagai kontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan.

Sedikitnya 2.500 penerima PKH dari Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, hadir di lokasi tersebut dan Jokowi langsung menanyakan pencairan dana kepada masyarakat.

"Udah cair belum? Yang kemarin cair itu baru tahap pertama. Harus kita syukuri, Alhamdulillah," ujarnya.

Kepala Negara lantas mengatakan, komponen penyaluran PKH memang mengalami perubahan.

"Yang memiliki anak usia dini dan ibu hamil memang dinaikkan lebih tinggi bantuannya dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta. Tapi juga ya jangan hamil terus," katanya.

Tapi soal ucapan jangan hamil terus itu hanya jokes atau canda Jokowi, karena yang terpenting menurutnya, kondisi ibu hamil harus memperhatikan gizi anak sejak dari kandungan.

"Janin diperhatikan gizinya, sampai lahir jangan sampai lupa, kalau ada ikan atau telur diberikan ke anak balita dulu jangan ke bapaknya. Jangan lupa juga imunisasi," imbuhnya.

Kemudian, untuk anak dengan gizi baik, menurut Jokowi pasti nantinya bisa menyerap pendidikan dengan baik.

"Anak sehat sekolah pasti pinter. Kalau nggak sehat, gizi kurang, kena stunting, sulit mau meningkatkan pendidikan anak. Padahal dunia penuh persaingan," tuturnya.

Presiden juga menekankan, agar penggunaan dana PKH sesuai aturan. Artinya begini, boleh dipakai beli tas sekolah, seragam, buku, sepatu sekolah.

"Tapi jangan dipakai beli pulsa," tegas Jokowi.

Jika penerima PKH memiliki usaha, pemerintah juga bakal mendukung dengan memberi kredit lunak berupa KUR, Kredit Mawar, ataupun pembiayaan Ultra Mikro (Umi).

"Siapa tahu ada yang buka usaha nggak apa-apa karena bisa bantu penghasilan.

"Bisa kita dampingi untuk dapat bantuan pembiayaan sebagai tambahan modal, asalkan bisa meningkatkan penghasilan," tandasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengungkapkan, kehadiran Presiden Jokowi untuk memantau langsung pencairan bantuan sosial PKH karena ingin melihat dari dekat bagaimana PKH sebagai program prioritas nasional dilaksanakan dengan baik.

Hingga 17 Januari 2020, Kementerian Sosial telah menyalurkan bansos PKH senilai Rp 7 triliun atau 24 persen dari total anggaran PKH 2020 sebesar Rp 29,3 triliun.

Pada 2020 ini, kebijakan PKH diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan dan nutrisi keluarga yang diharapkan dapat mendukung program nasional pencegahan stunting sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024.

“Untuk itu Kementerian Sosial telah melakukan perbaikan kualitas program dan memasukkan kegiatan terkait pencegahan stunting melalui PKH, serta menyesuaikan kebijakan melalui peningkatan indeks bansos,” pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00